Apapun yang Terjadi, Indonesia Tidak Akan Lockdown Karena Corona? Ternyata Ini Sebabnya!

slidegossip
slidegossip - Sun, 22 Mar 2020 13:22
Dilihat: 95
Apapun yang Terjadi, Indonesia Tidak Akan Lockdown Karena Corona? Ternyata Ini Sebabnya!
slidegossip.com - Penyebaran virus corona atau covid-19 di Indonesia membuat masyarakat tanah air jadi was-was dan khawatir karena tingkat penularannya semakin mengganas. Banyak kalangan yang sudah mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan lockdown (menutup diri) agar laju penyebaran corona ini bisa ditahan.

Jokowi (tribunnews.com)

Lalu apakah pemerintah Indonesia akan segera melakukan lockdown? Seperti dilansir dari wowkeren.com (21/3/2020), faktanya pemerintah Indonesia menolak untuk melakukan lockdown dan lebih memilih opsi rapid test untuk bisa menekan penyebaran virus corona secara meluas.

Kini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali angkat bicara mengenai kebijakan lockdown dari pemerintah. Kepala BNPB Doni Monardo pun kembali menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap dengan keputusan tidak akan melakukan lockdown di wilayah negeri ini. Apalagi, Presiden Joko Widodo juga sudah menginstruksikan pihak-pihak yang bersangkutan dalam menangani covid-19 untuk tidak melakukan lockdown.

"Sekali lagi saya tegaskan pemerintah dalam hal ini adalah Presiden Jokowi. Yang telah memberikan instruksi kepada kepala gugus tugas, tidak akan ada lockdown," tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Padahal seperti diketahui, saat ini sudah banyak negara-negara yang memberlakukan kebijakan lockdown untuk bisa menekan angka penyebaran virus corona, seperti Italia, Spanyol, Malaysia, hingga Prancis.

Lockdown sendiri yaitu memberlakukan dan memberi aturan tegas kepada warga negara dan siapapun untuk tidak diperbolehkan masuk atau keluar dari negara itu selama kebijakan lockdown diberlakukan. Pembatasan tersebut wajib dilaksanakan oleh seluruh warga yang terimbas lockdown demi mengantisipasi penyebaran corona.

Lalu apa sebabnya pemerintah tidak bersedia melakukan lockdown? Juru bicara presiden, Fadjroel Rachman menyatakan bahwa pemerintah memang belum mau menerapkan lockdown karena publik tidak membutuhkan kebijakan yang menimbulkan efek kejut semata. Menurutnya, untuk saat ini tidak boleh ada kebijakan yang coba-coba dan tak terukur. Ditambah lagi, opsi lockdown juga diprediksi dapat melumpuhkan ekonomi rakyat.

Fadjroel juga mengatakan bahwa lockdown memang telah diatur dalam UU 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Karena itulah, Fadjroel menjelaskan kalau Jokowi lebih memilih kebijakan social distancing untuk merespon kondisi yang terjadi akibat wabah covid-19 saat ini.