0
Thumbs Up
Thumbs Down

Waspada, Diare Bisa Jadi Gejala Corona pada Anak

okezone
okezone - Wed, 13 May 2020 08:05
Dilihat: 79
Waspada, Diare Bisa Jadi Gejala Corona pada Anak

Selama ini, untuk gejala COVID-19 pada orang dewasa adalah demam, batuk kering, dan flu. Namun sederet gejala umum tersebut bisa tidak terjadi pada anak-anak.

Menurut hasil studi baru-baru ini, anak-anak yang terinfeksi COVID-19 mungkin saja bisa tidak memiliki gejala pernapasan pada awalnya.

Alih-alih gejala sakit pernapasan, misalnya batuk, studi tersebut menyebutkan bahwa gejala COVID-19 pada anak-anak bisa dimulai dengan masalah pencernaan, seperti diare.

Penelitian tersebut diketahui diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Pediatrics, studinya melibatkan lima orang anak berusia antara dua dan lima tahun dari Wuhan, China. Ditemukan pada empat pasien anak-anak, COVID-19 justru pertama kali bermanifestasi dengan gejala saluran pencernaan.

Pasien anak-anak tersebut pertama kali dibawa ke rumah sakit Wuhan Children's Hospital, antara 23 Januari dan 20 Februari 2020. Mereka awalnya terdeteksi mengalami masalah kesehatan yang tidak berhubungan dengan COVID-19.

Ketika pertama kali tiba di rumah sakit, anak-anak tersebut disebutkan tidak sama sekali batuk. Tetapi kemudian anak-anak dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Menurut keterangan penulis studi, dari kelima anak hanya satu anak yang diketahui terpapar virus corona sementara yang lainnya diduga memiliki riwayat kontak.

Para penulis menyoroti bahwa ketika COVID-19 berkembang, empat dari lima anak kemudian mengalami demam. Namun, disebutkan lebih lanjut demam tersebut tidak jelas apakah disebabkan memang karena infeksi virus corona. Ketika dilakukan pemeriksaan CT scan di bagian dada kepada kelima anak, semua hasil CT scan menunjukkan tanda-tanda pneumonia, yang mana adalah komplikasi COVID-19.

Salah satu anak, bayi berusia 10 bulan mengalami muntah, hasil tinjanya menyerupai jelly, baru kemudian mengalami demam. Setelah sembilan hari dirawat di unit gawat darurat perutnya membesar dan hasil tinjanya berdarah merah gelap, dengan dan isi lambung mirip ampas kopi. Bayi perempuan 10 bulan tersebut pun diketahui meninggal karena mengalami kegagalan banyak organ.

Pasien anak kedua, seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang mengidap radang usus buntu. Masuk rumah sakit dengan tidak mengalami gejala COVID-19, namun mengingat sang nenek terserang COVID-19, akhirnya dokter meminta untuk melakukan CT scan terlebih dahulu sebelum melakukan operasi radang usus buntu. Hasilnya, dokter menemukan sang bocah menderita pneumonia dan hasil tes COVID-19-nya menunjukkan hasil positif. Untungnya, anak ini berhasil pulih setelah dirawat selama 10 hari.

Kasus ketiga, seorang bayi berusia delapan bulan yang langsung dilarikan ke unit gawat darurat setelah menderita trauma di bagian kepala tiga hari sebelumnya. Bayi ini disebutkan tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien COVID-19, namun sang bayi mengalami demam. Sebelum dirawat di unit perawatan intensif anak, dokter melakukan pemeriksaan CT scan di bagian dada dan kemudian ketika dites COVID-19, hasilnya pun positif.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip