0
Thumbs Up
Thumbs Down

Terlalu Fokus Kejar Kebahagiaan Bisa Picu Depresi, Banyak Bersyukur Guys!

okezone
okezone - Wed, 08 Jan 2020 08:32
Dilihat: 117
Terlalu Fokus Kejar Kebahagiaan Bisa Picu Depresi, Banyak Bersyukur Guys!

Fakta mengejutkan berhasil ditemukan oleh peneliti dari University of Reading, Inggris. Menurut hasil penelitian mereka, seseorang yang fokus mengejar kebahagiaan justru memiliki risiko terkena serangan depresi yang lebih tinggi.

Penelitian ini didasari oleh hasil survey tentang tingkat kesejahteraan emosional yang dirasakan oleh 450 orang responden. Peneliti menemukan bahwa mereka yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebahagiaan ternyata kurang mampu mengendalikan perasaan, dan menikmati pengalaman positif yang akhirnya dapat memicu depresi.

Menilai kebahagiaan juga disinyalir dapat membuat orang menjadi terlalu waspada tentang peristiwa di dalam hidup mereka. Para peneliti tidak memungkiri bahwa kebahagiaan adalah elemen terpenting dalam kehidupan dan berfungsi untuk menciptakan kesejahteraan yang dianggap sebagai tujuan hidup manusia.

Perilaku menilai emosi atau perasaan positif ini memang telah lama dikaitkan dengan kepuasaan hidup seseorang. Namun di sisi lain, perilaku ini juga kerap dihubungkan dengan rasa kesepian, gangguan bipolar, serta memiliki lingkaran sosial yang cenderung lemah.

Di Amerika Serikat, mengejar kebahagiaan telah dikaitkan dengan kondisi kehidupan seseorang dengan tingkat kesejahteraan yang buruk. Untuk mendalami persoalan ini, para peneliti telah meminta 151 siswa dari sebuah universitas di Inggris untuk mengisi kuesioner tentang kebahagiaan.

Para peserta ini akan ditanya apakah mereka setuju dengan pertanyaan seperti, "Saya ingin lebih bahagia daripada kehidupan saya sebelumnya," , "Saya berhasil mengendalikan emosi dan mengubah pola pikir tentang situasi yang saya hadapi saat ini, dan "Saya sangat sedih dan tidak senang, serta tidak dapat menahannya lagi,".

Hasilnya menunjukkan bahwa menghargai atau menilai kebahagiaan secara signifikan berkaitan erat dengan gejala depresi. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi hal tersebut. Perilaku ini dianggap dapat mengalihkan perhatian seseorang dari tugas-tugas atau beban hidup yang ada di hadapan mereka.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip