0
Thumbs Up
Thumbs Down

Tak Rasakan Efek Samping Vaksin Covid-19, Apakah Berarti Vaksin Tak Bekerja?

okezone
okezone - Tue, 30 Mar 2021 11:00
Dilihat: 88
Tak Rasakan Efek Samping Vaksin Covid-19, Apakah Berarti Vaksin Tak Bekerja?

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa tidak ada bukti kurangnya efek samping berarti orang yang divaksinasi tidak terlindungi dari Covid-19.

Dalam uji klinis, kurang dari setengah penerima vaksin melaporkan episode sedang atau parah dari efek samping sistemik seperti demam, sakit kepala, dan kelelahan.

Namun vaksin tersebut mencegah sebagian besar kasus penyakit. Jadi dengan proses eliminasi, sebagian dari pencegahan penyakit itu pasti terjadi pada orang dengan efek samping ringan atau tanpa efek samping.

"Vaksin tetap bekerja meskipun Anda tidak memiliki efek samping. Sementara banyak yang memiliki efek samping, banyak yang tidak," kata Sarah Coles, dokter keluarga dan asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Arizona.

Paul Offit selaku Direktur Pusat Pendidikan Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia setuju bahwa tidak demam atau sakit kepala tidak perlu dikhawatirkan. "Anda tentu tidak perlu mengembangkan efek samping agar terlindungi," ujar Offit.

Dilansir dari Medical Xpress,dengan kata lain, memperoleh kekebalan dan mengalami efek samping digerakkan oleh rangkaian peradangan yang sama dalam sistem kekebalan setelah Anda divaksin.

Tapi, hanya karena peradangan awal ini berhasil memicu produksi antibodi dan pertahanan lain terhadap penyakit, tidak serta merta menyebabkan demam. Menurut Coles, tidak ada korelasi yang kuat antara kedua hal tersebut.

Pada dasarnya, efek samping vaksin ditentukan oleh faktor lain selain sistem kekebalan mereka, termasuk kelelahan, stres, dan bagaimana mereka merasakan nyeri.

Tingkat berbagai efek samping sedikit berbeda pada masing-masing vaksin Covid-19, dan pada vaksin yang membutuhkan dua dosis, cenderung lebih umum setelah dosis kedua.

Dengan vaksin yang dibuat oleh Pfizer Inc. dan BioNTech SE, misalnya, 3,7% dari peserta uji coba yang berusia 18 hingga 55 tahun melaporkan demam setelah dosis pertama, dan 15,8% melaporkan demam setelah dosis kedua.

Setengah dari penerima vaksin melaporkan sakit kepala setelah dosis kedua, tetapi kebanyakan sedang atau ringan.

Semua efek samping ini bersifat sementara, umumnya berlangsung selama satu atau dua hari. Dalam kasus yang jarang terjadi reaksi alergi serius yang disebut anafilaksis dalam beberapa menit setelah injeksi, dokter dapat segera mengobatinya dengan EpiPen atau perangkat serupa yang mengandung epinefrin.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip