0
Thumbs Up
Thumbs Down

Seperti Apakah Perbedaan Kehidupan Anak SMA Dengan Anak SMP Jepang?

Japanese STATION
Japanese STATION - Fri, 12 Feb 2021 21:12
Dilihat: 87

Apakah kalian suka menonton anime, film atau drama Jepang bertema sekolah?

Jika iya, pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan kehidupan sekolah di Jepang, kan? Terlebih kehidupan siswa SMA di Jepang. Kehidupan sekolah di Jepang terlihat begitu menarik dan menyenangkan, hingga terkadang membuat penonton ingin bersekolah di Jepang.

Akan tetapi, apakah kehidupan sekolah di Jepang memang benar seperti itu? Atau kehidupan sekolah yang ditampilkan hanya sekadar fiksi?

Daripada bingung, lebih baik langsung saja simak artikel ini sampai akhir. Artikel ini akan menjelaskan kehidupan sekolah di Jepang, terutama hal-hal yang membedakan kehidupan siswa SMA dengan siswa SMP. Apa sajakah itu?

Waktu IstirahatIlustrasi makan bersama di kantin sekolah (schoolnetwork.jp)

SMP di Jepang rata-rata menyediakan waktu istirahat untuk para siswanya selama 15-20 menit. Sedangkan di SMA, lama waktu istirahat beragam. Waktu istirahat di SMA ada yang berlangsung selama 7 menit dan ada juga yang berlangsung selama 30 menit. Lama waktu istirahat tergantung pada peraturan sekolah masing-masing.

Saat waktu istirahat berlangsung, siswa SMP di Jepang biasanya mempersiapkan diri untuk pelajaran berikutnya atau berbincang-bincang dengan teman. Siswa SMA di Jepang juga melakukan hal yang sama. Akan tetapi, kegiatan yang dilakukan oleh siswa SMA ketika istirahat lebih beragam. Ada banyak siswa SMA yang pergi ke kantin untuk makan atau membeli makanan dan minuman. Ada juga yang menghabiskan waktu istirahat dengan bermain smartphone atau membaca majalah.

Pelajaran dan TugasIlustrasi kegiatan belajar dan mengajar sedang berlangsung (ajh.fukushima-u.ac.jp)

Pelajaran pertama di SMA Jepang rata-rata dimulai sekitar pukul 8.20 atau 08.40. Ada SMA yang memulai pelajaran lebih awal dan ada juga yang memulai pelajaran sedikit lebih akhir.  Sementara, SMP di Jepang memulai pelajaran pertama rata-rata pada pukul 08.50.

Apabila dibandingkan dengan SMP, mata pelajaran SMA di Jepang lebih banyak dan materinya lebih sulit untuk dipelajari. Hal ini wajar karena SMA merupakan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari SMP. Selain itu, siswa SMA di Jepang mendapatkan lebih banyak tugas sekolah, bahkan harus mengumpulkannya di akhir pekan. Saat libur panjang seperti libur musim panas pun, setiap mata pelajaran selalu ada tugas yang harus diselesaikan dan dikumpulkan saat masa liburan telah usai. 

Pergi dan Pulang SekolahIlustrasi siswi SMA sedang mampir ke suatu tempat (note.com)

Siswa SMA di Jepang biasanya berangkat ke sekolah dengan menaiki alat transportasi umum seperti bus atau kereta. Dan, ada juga siswa SMA yang berangkat dengan berjalan kaki atau menaiki sepeda. 

Saat jam pulang sekolah, jarang ditemukan siswa SMP yang mampir ke suatu tempat di tengah perjalanan pulang ke rumah. Mereka biasanya pulang terlebih dahulu ke rumah lalu pergi bermain bersama teman. Dalam hal ini, siswa SMA berbeda dengan siswa SMP. Perjalanan pulang-pergi sekolah siswa SMA terasa lebih menyenangkan. Saat di tengah-tengah perjalanan pulang menuju rumah, ada banyak siswa SMA yang mampir ke suatu tempat untuk jalan-jalan dengan teman sebaya atau pacar. Ada juga siswa SMA yang pergi makan bersama teman setelah menyelesaikan kegiatan ekstrakulikuler di sekolah.

PeraturanIlustrasi guru yang tegas (hatena.com)

Peraturan di SMP atau SMA Jepang berbeda-beda tergantung keputusan pihak sekolah masing-masing. Ada yang menerapkan peraturan ketat dan ada juga yang tidak. Pada umumnya, SMA di Jepang menerapkan peraturan yang lebih ketat. Namun, dalam beberapa hal, peraturan di SMA lebih longgar dibandingkan dengan peraturan di SMP.

Ada beberapa SMA di Jepang yang mengizinkan para siswanya mengenakan pakaian bebas di sekolah. Siswa SMA juga diizinkan membawa beragam barang ke sekolah. Bahkan, beberapa SMA tidak mengharuskan para siswanya memakai tas dengan desain yang sama. Desain tas setiap siswa berbeda pun tidak apa-apa. Oleh karena itu, siswa SMA di Jepang bisa menjadi sedikit lebih bebas.

EkstrakulikulerIlustrasi ekstrakulikuler tenis (hosen.ed.jp)

Beberapa SMP di Jepang mewajibkan para siswanya untuk bergabung ke suatu klub (ekstrakulikuler). Sedangkan SMA di Jepang tidak mewajibkan para siswanya. Para siswa SMA yang bergabung ke suatu klub, memang atas kemauan mereka sendiri. Klub yang paling digemari oleh para siswa adalah baseball dan tenis. Karena tidak diwajibkan, ada banyak juga siswa SMA yang tidak bergabung ke klub dan lebih memilih belajar, jalan-jalan bersama teman, kerja paruh waktu, atau menekuni hobi. 

Pembagian KelasSuasana kelas salah satu SMA yang ada di Jepang (vories.ac.jp)

Siswa SMP di Jepang memiliki kesempatan untuk bisa sekelas dengan siapapun. Akan tetapi, siswa SMA tidak memiliki kesempatan itu. Di SMA, sistem pembagian kelas dilakukan berdasarkan peminatan (Sains dan Sosial) dan mata pelajaran yang dipilih oleh siswa. Ada juga beberapa SMA yang membagi kelas berdasarkan nilai ujian.

Tes BerkalaIlustrasi siswa sedang mengerjakan ujian (bunshun.jp)

Baik siswa SMP ataupun siswa SMA di Jepang akan selalu menghadapi tes secara berkala. Semua siswa harus belajar untuk bisa mengerjakan ujian dengan baik. Namun, siswa SMA harus belajar lebih keras daripada siswa SMP. Hal ini dikarenakan mata pelajaran yang diujikan di SMA lebih banyak dan lebih sulit. Apabila ada siswa SMA yang baru belajar saat telah memasuki masa ujian, siswa tersebut harus belajar sampai larut malam agar bisa mendapatkan nilai yang baik. Terkadang, ada beberapa siswa SMA yang belajar dengan giat tetapi lupa untuk beristirahat hingga akhirnya jatuh sakit.

Acara SekolahFestival Budaya di salah satu SMA di Jepang (anjogakue.jp)

SMP di Jepang sering mengadakan suatu acara atau kegiatan. SMA di Jepang juga demikian. Namun, skala acara yang diadakan di SMA lebih besar dibandingkan dengan acara di SMP. Acara besar yang diadakan di SMA adalah Festival Budaya dan Festival Olahraga. Dua festival ini disebut sebagai acara besar karena membutuhkan banyak waktuuntuk mempersiapkannya. Selain itu, orang lain (bukan warga sekolah) biasanya diizinkan untuk menyaksikan festival tersebut.

Berbeda dengan siswa SMP, siswa SMA menjadi panitia acara Festival Budaya dan Festival Olahraga. Mereka harus bekerja sama untuk mempersiapkan segala sesuatu agar acara bisa berjalan dengan lancar. Dengan bekerja sama, hubungan pertemanan antar siswa SMA juga bisa menjadi semakin erat.

Kelas Tambahan dan Simulasi UjianIlustrasi seorang siswi sedang belajar (tg-uchi.jp)

Di akhir pekan, SMP-SMP di Jepang hampir tidak pernah mengadakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran. Sementara, ada banyak SMA di Jepang yang mengadakan kelas tambahan atau simulasi ujian di akhir pekan. Karena hal ini, para siswa SMA harus tetap berangkat ke sekolah meskipun di hari libur. Jika ada siswa yang mendapat nilai rendah dalam ujian, siswa tersebut harus mengikuti ujian ulang. Tidak hanya itu, ada juga SMA di Jepang yang mengadakan kelas pagi atau kelas tambahan sebelum KBM  (Kegiatan Belajar dan Mengajar) yang sebenarnya dimulai. Bahkan, saat libur panjang seperti libur musim panas pun diadakan kelas tambahan bagi siswa yang mendapat nilai rendah.

Itulah sembilan hal yang membuat kehidupan SMA di Jepang berbeda dengan kehidupan SMP. Hal-hal tersebut merupakan pembeda secara umum. Karena, pada dasarnya setiap SMP atau SMA di Jepang memiliki perbedaan sendiri, mulai dari jadwal sekolah hingga kebijakan yang ditetapkan oleh pihak sekolah. Bagaimana menurut kalian? Apakah kehidupan sekolah di Jepang sama seperti yang digambarkan dalam anime, film, atau drama?

PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip