0
Thumbs Up
Thumbs Down

Profesi Dokter di Tengah Gejolak Bangsa (Politisasi Kesehatan Vs Politik Kesehatan)

okezone
okezone - Mon, 20 May 2019 12:45
Dilihat: 249
Profesi Dokter di Tengah Gejolak Bangsa (Politisasi Kesehatan Vs Politik Kesehatan)

PROFESI kedokteran adalah profesi yang "padat harapan". Dapat dikatakan pasien dan keluarganya bahkan masyarakat di sekitarnya menyerahkan sepenuhnya harapan akan upaya kedokteran atas gangguan yang diderita.

Harapan besar yang kadang bahkan seringkali diikuti oleh ketidaktahuan (ignorance ) pasien. Tuntutan bahwa suatu penyakit harus disembuhkan (resultante verbentenis) seringkali menjadi ukuran keberhasilan dokter untuk memenuhi harapan tersebut. Padahal sejatinya, ukuran keberhasilan pekerjaan profesi kedokteran terletak pada sejauh mana upaya kedokteran tersebut dilakukan.

Pada hakekatnya bagaimana dilakukan upaya untuk mengelaborasi lebih dalam dan menempatkan profesi dokter yang "padat harapan " tersebut di tengah kondisi ketidaktahuan pasien, menjadi profesi yang dapat dinilai seutuhnya. Penilaian itu menyangkut dari sisi organisasi profesi dan peran keprofesiannya yang strategis , dari sisi pekerjaan keprofesiannya yang perlu ditata dalam sistem kesehatan yang baik, serta dari sisi perilakunya yang mesti diatur melalui mekanisme "meta regulasi".

Profesi dokter di Indonesia mempunyai andil yang sangat besar dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejarah telah membuktikan bahwa metafora kebangkitan nasional Indonesia berasal dari saat pendirian Boedi Oetomo yang digagas oleh para dokter pada saat itu.

Nasionalisme para dokter di Indonesia tidaklah perlu diragukan lagi sampai saat ini. Ilmu kedokteran terus mengilhami para dokter di Indonesia senantiasa kritis untuk "menyehatkan dan membangun" bangsa yang lebih baik dan merdeka. Bidang kedokteran mengajarkan metode, cara berpikir ilmiah dan metaphor-metafor biologis dan fisiologis baru untuk mengevaluasi kondisi bangsa saat ini dan masa mendatang.

Para dokter di Indonesia mempunyai posisi yang ideal dan strategis untuk dapat melakukan diagnosa tubuh sosial" bangsa , kemudian meresepkan intervensi terapetik apa yang tepat untuknya dan menegaskan hal-hal yang dapat menghambat proses alamiah evolusi sosial.

Pengalaman sehari-hari para dokter mulai saat menjadi pelajar kedokteran juga mengilhami perkembangan pemahaman dan kesadaran berpolitik pada era tahun 1900-an. Selama masa pendidikan para pelajar kedokteran mudah merasa peka terhadap isu-isu budaya , sosial , ekonomi dan politik karena mereka secara berkala berhubungan dengan masyarakat luas (dikutip dari Buku "Merawat Bangsa" karya Hans Pols).

Kondisi global juga terjadi pada saat itu, Tidak jarang para dokter terlibat dalam politik dan aktifitas politik, Di Taiwan ada Ming-Cheng M.Lo , Jose Rizal di Filipina, Vincanne Adams di Nepal, Marcos Cueto dan Steven Palmer di Amerika Latin. Demikian juga Sun Yat Sen, Ramon Betances dan Che Guevara . Di Indonesia peran-peran politik pada saat itu diperankan oleh Tjipto Mangoenkoesoemo, Soetomo, Abdul rivai dan kawan-kawan .

Pada era paska kemerdekaan saat ini kondisinya tentulah berubah, perjalanan masa dari era penjajahan, kemerdekaan sampai saat ini membuat aktifitas para dokter mulai menanggalkan semua bentuk keterlibatan politik. Mimpi para dokter nasionalis yang digagas Boedi Oetomo telah meredup .

Saat ini surutnya peran dokter di Indonesia juga dipengaruhi arus perubahan- perubahan politik dan kebijakan. Era desentralisasi pemerintah daerah membuat posisi sosial dokter nasional telah terkikis bersamaan dengan program dan institusi kesehatan nasional sehingga menjadi " dokter lokal".

Melemahnya sistem surveillance yang berimplikasi munculnya penyakit- penyakit menular, disparitas penyediaan kesehatan baik tenaga medis dan tenaga kesehatan maupun ketersedian sarana prasarana dan infrastruktur kesehatan , Belum adanya sinkronisasi / keterpaduan antara sistim pelayanan kesehatan dengan sistim pendidikan kedokteran mengakibatkan timbulnya beberapa permasalahan dalam dunia pendidikan kedokteran di Indonesia.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip