0
Thumbs Up
Thumbs Down

Penting! 10 Hal Ini Dianggap Tabu di Jepang

Japanese STATION
Japanese STATION - Mon, 08 Feb 2021 19:58
Dilihat: 94

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung Sesuai dengan pepatah itu, dimana kita berada kita harus mematuhi aturan yang ada. Terkadang norma sosial yang ada di daerah atau negara lain tidak masuk akal bagi kita. Terkadang juga hal yang kita anggap wajar tetapi dianggap tabu disana. Sama seperti di negara lain, di Jepang ada budaya dan norma sosial yang harus dipatuhi oleh siapapun. Hal yang dianggap tidak sopan atau tabu di Jepang juga ada banyak. Bagi kalian yang akan berlibur, belajar, ataupun bekerja di Jepang, kalian harus tahu dan menghindari hal-hal yang dianggap tidak sopan atautabu di Jepang. Berikut adalah beberapa hal tabu di Jepang.

Memakai Alas Kaki Di Dalam RuanganIlustrasi melepas alas kaki di genkan (kyoto-fukushi.mkg.ac.jp)

Orang Jepang merupakan orang yang dikenal sangat menjaga kebersihan. Ketika kalian akan memasuki rumah orang Jepang, kalian harus melepas alas kaki (sepatu atau sandal luar ruangan) kalian terlebih dahulu. Bagian luar rumah dianggap kotor dan bagian dalam rumah harus dijaga kebersihannya. Sehingga, memakai sepatu di dalam ruangan dianggap sebagai hal yang sangat tidak sopan dan tidak boleh dilakukan.

Karena itu, di rumah orang Jepang selalu ada genkan yang menjadi pembatas bagian luar dan bagian dalam rumah. Di genkan inilah kalian harus melepas sepatu. Melepas sepatu pun ada tata caranya. Sepatu harus disusun dengan rapi dan bagian depan sepatu harus dihadapkan ke arah pintu.  Biasanya, di genkan disediakan beberapa sandal khusus dalam ruangan yang harus kalian pakai selama berada di rumah orang Jepang.

Pernah mendengar tentang "tatami"?

Tatami adalah tikar tradisional khas Jepang yang terbuat dari jerami. Meskipun selama berada di rumah orang Jepang harus memakai sandal khusus dalam ruangan, ketika memasuki ruangan bertatami, kalian harus melepas sandal tersebut. Alasannya, ruangan bertatami biasanya digunakan pemilik rumah untuk makan dan tidur. Oleh karena itu, kebersihan tatami harus selalu dijaga. Apabila tidak melepas alas kaki, pemiliki rumah akan merasa kecewa pada kalian.

Makan Sambil BerjalanIlustrasi orang makan sambil berjalan (gokuraku-jigoku-beppu.com)

Di Jepang, makan sambil berjalan dianggap tidak sopan. Beberapa orang Jepang mengatakan bahwa kita harus menghargai makanan dengan cara berhenti sejenak untuk memakannya. Ada juga yang mengatakan bahwa jika ada orang yang makan sambil berjalan, kemungkinan besar orang tersebut bisa menjatuhkan makanannya atau tidak sengaja menyentuh pakaian orang lain dengan kondisi tangan yang kotor atau penuh dengan sisa makanan. Alasan terakhir memang benar ketika berada di suatu tempat yang ramai. Tetapi, bagaimana jika makan sambil berjalan di tempat yang sepi? Tetap saja itu tidak sopan. Orang Jepang sangat tidak suka melihat orang yang berjalan sambil memakan sesuatu.

Jadi, jika kalian membeli makanan di minimarket atau toko pinggir jalan, berhentilah sejenak di pinggir jalan atau taman. Lalu, makanlah di situ sebelum melanjutkan perjalanan.

Meletakkan Siku di MejaIlustrasi orang Jepang sedang makan bersama (jpninfo.com)

Jangan sampai siku kalian ada di atas meja! Bagi orang Jepang, meletakkan siku di atas meja adalah hal yang tidak sopan. Hanya bagian jari sampai pergelangan tangan yang diperbolehkan untuk diletakkan di atas meja.

Saat akan memakan sesuatu, ambil makanan itu dengan sumpit lalu taruh di piring atau mangkuk yang lebih kecil terlebih dahulu. Tidak diperkenankan memakan langsung makanan yang ada di piring atau mangkuk yang berukuran besar. Saat mengambil makanan pun harus mengangkat tangan dan mengarahkan makanan itu ke mulut.

Selain itu, jangan letakkan sumpit di atas mangkuk nasi tetapi letakkanlah di wadah khusus sumpit yang sudah disediakan. Saat makan bersama orang Jepang, usahakan untuk memakan semua makanan sampai habis. Menyisakan satu atau dua butir nasi saja, kalian bisa dianggap tidak sopan.

Membuang Ingus Di Tempat UmumIlustrasi orang Jepang membuang ingus dengan tisu (spice-mag.net)

Membuang ingus sembarangan atau di tempat umum memang tidak sopan. Di Jepang pun begitu. Orang yang membuang ingus sembarangan akan dianggap sebagai orang yang berperilaku buruk. Jika kalian sedang pilek dan ingin membuang ingus, gunakanlah tisu. Jika dengan tisu saja tidak cukup untuk membersihkannya, pergilah ke toilet agar kalian terhindar dari rasa malu karena melakukan hal yang tidak sopan di depan umum.

Menuang Minuman Ke Gelas SendiriMelakukan kanpai (jpninfo.com)

Ada beberapa aturan umum yang perlu diperhatikan saat acara nomikai (pesta minum) bersama orang Jepang. Pertama, jangan minum terlebih dahulu sebelum melakukan kanpai. Kedua, jangan mengisi ulang gelas kalian sendiri saat minuman kalian habis. Kalian harus menunggu orang lain untuk menuangkan minuman ke dalam gelas kalian. Saat teman kalian menuangkan minuman, kalian harus menggegam gelas dengan dua tangan dan mengarahkannya ke orang tersebut.

Kalian juga harus melakukan hal yang sama. Penting untuk memperhatikan gelas teman-teman kalian. Ketika kalian menyadari ada gelas yang kosong, tawarkan ke teman kalian apakah mau mengisi ulang minuman atau tidak. Jika gelas kalian sudah kosong tetapi tidak ada yang menyadarinya, jangan khawatir! Cukup kalian tawarkan isi ulang minuman ke orang di sebelah kalian sebagai kode yang halus. Tak lama kemudian, gelas kalian akan kembali terisi minuman.

Menggunakan Sumpit SembaranganIlustrasi menggunakan sumpit di Jepang (matcha-jp.com)

Ada banyak sekali pantangan dalam penggunaan sumpit di Jepang. Misalnya, menggunakan sumpit untuk menunjuk seseorang, menusuk makanan dengan sumpit, menjilati sumpit, menggenggam sumpit dengan kedua tangan yang mengepal, menyentuh makanan dengan sumpit tetapi tidak memakannya, mengarahkan sumpit ke atas makanan saat sedang bingung ingin mengambil makanan yang mana—semua itu umumnya dianggap sebagai hal yang tidak sopan atau tabu.

Selain itu, masih ada dua cara penggunaan sumpit yang dilarang. Yaitu, menancapkan sumpit ke dalam nasi dan berbagi makanan ke orang lain dengan saling menggunakan sumpit. Kedua hal ini dianggap tabu karena berkaitan dengan upacara pemakaman di Jepang.

Usahakan hindari melakukan pantangan-pantangan yang sudah disebutkan sebelumnya. Jika kalian melakukannya saat makan bersama orang Jepang, mereka akan merasa terganggu dan suasana akan menjadi buruk.

Bersiul Di Malam HariIlustrasi orang Jepang bersiul (ilovedemio.com)

Di Jepang, ada kepercayaan bahwa bersiul di malam hari bisa mengundang ular. Hal ini mungkin terdengar tidak masuk akal. Tetapi, jika kalian bersiul setelah matahari tenggelam, orang Jepang di sekitar kalian pasti akan merasa tidak nyaman bahkan ketakutan. Di masa lalu, siulan merupakan cara yang digunakan oleh para penjahat di Jepang  untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, jangan bersiul di malam hari!

Angka 4 dan 9Ilustrasi angka 4 dan 9 (urabaya.com)

Bagi orang Jepang, angka empat dan sembilan merupakan angka yang buruk dan tabu. Mengapa? Karena, dalam bahasa Jepang angka empat bisa diucapkan sebagai “shi” yang berati “kematian” dan angka sembilan bisa diucapkan sebagai “ku” yang berarti “penderitaan”. Alasan ini lah yang membuat orang Jepang tidak memberi orang lain sesuatu yang berjumlah empat atau sembilan. 

Selain itu, orang Jepang juga tidak memberi hadiah berupa sisir ke orang lain. Karena sisir dalam bahasa Jepang disebut dengan “kushi”, yang terdengar seperti gabungan pengucapan angka empat dan sembilan. Bahkan, ada banyak hotel, rumah sakit, dan beberapa gedung lain di Jepang menghindari penggunaan angka empat dan sembilan sebagai nomor ruangan. Jadi, usahakan untuk menghindari kedua angka ini

Memberi Hadiah Uang Di PernikahanAmplop untuk pernikahan (niwaka.com)

Sama seperti di Indonesia, ketika saudara atau teman kita menikah, biasanya kita akan memberi amplop berisi uang. Di Jepang, tradisi seperti ini juga ada. Tetapi, orang Jepang benar-benar memperhatikan jumlah uang yang akan diberikan ke orang yang menikah. Ketika kalian menghadiri pernikahan teman kalian yang merupakan orang Jepang, jangan berikan uang senilai 20.000 yen! Di Jepang, uang senilai 20.000 yen dianggap sebagai pertanda buruk dalam sebuah pernikahan. Sebaiknya, berikanlah uang dengan angka depannya ganjil, misalnya 30.000 yen atau 50.000 yen.

Memberi Bunga Dalam PotIlustrasi memberi karangan bunga ke orang Jepang (birthday.gift)

Orang Jepang biasa membawa bunga saat menjenguk teman atau saudara mereka yang sedang dirawat di rumah sakit. Kalian juga bisa melakukan hal yang sama saat menjenguk orang Jepang yang kalian kenal. Tetapi, kalian cukup memberi bunganya saja. Tidak perlu membawakan bunga beserta potnya. Bunga yang masih tertanam di dalam pot merupakan bunga yang masih berakar. Itu bisa berarti mengharapkan orang yang sedang sakit berakar (terus berada) di rumah sakit. Tidak sopan, bukan?

Itulah sepuluh hal yang dianggap tidak sopan atau tabu di Jepang. Nah, karena sekarang kalian sudah mengetahuinya, saat kalian berada di Jepang, jangan sampai melakukan sepuluh hal ini, ya. Semoga bermanfaat.

PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip