0
Thumbs Up
Thumbs Down

Para Ibu Semakin Pintar Atur Keuangan Rumah Tangga

inilahcom
inilahcom - Fri, 15 Nov 2019 03:24
Dilihat: 60
Para Ibu Semakin Pintar Atur Keuangan Rumah Tangga

INILAHCOM, Jakarta - Para Ibu di Jakarta dianggap sangat paham dengan teori ekonomi keuangan. Karena, kebanyakan mampu mandiri dan mencari pendapatan.

Sondang Martha, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjelaskan, kebanyakan para Ibu mencari uang untuk membayar utang keluarga.

"Mau kerja di sini mau jadi pekerja di luar Negeri, mereka menanggung beban keuangan keluarganya," kata Sondang, saat ditemui di acara Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta, Kamis, (14/11/2019).

Misalnya, ada beberapa contoh usaha yang bisa dilakukan para Ibu di rumah. Bekerja di rumah bisa tetap membantu perekonomian keluarga.

"Misalnya dengan membuat kue. Usaha membuat kue di rumah bisa dari yang kecil. Tinggal bagaimana mengelolanya. Hal ini yang menjadi salah satu tujuan adanya literasi keuangan. Bagaimana mengolah keuangan saat berdagang agar bisa tetap bertahan. Itu yang dibutuhkan para Ibu," tambahnya.

Prudential menyadari hal tersebut. Karena itu, kembali mengadakan rangkaian kegiatan Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan yang kali ini memasuki tahun ke-10.

Sepanjang 2009 hingga 2019, program ini telah berhasil memberikan dampak positif kepada hampir 35.000 perempuan yang ada di 36 kota di Indonesia.

Program yang berada di bawah pilar Edukasi dari inisiatif Community Investment Prudential Indonesia ini menyasar perempuan dari keluarga berpenghasilan menengah ke bawah agar mereka dapat memaksimalkan perannya dalam mengelola keuangan untuk mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera.

"Melalui inisiatif Community Investment Prudential Indonesia, program Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan dilakukan secara berkelanjutan untuk memberdayakan perempuan Indonesia dalam mengelola dan mewujudkan keuangan keluarga yang sehat," kata Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia.

Program ini sejalan dengan fokus 'We DO Good' Prudential Indonesia untuk mewujudkan kebajikan dan memberdayakan masyarakat.

"Kegiatan ini juga merupakan perwujudan salah satu misi utama Prudential Indonesia, yaitu membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia dengan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, kesejahteraan, dan kesehatan yang menyeluruh," tambah Jen's.

Untuk menyukseskan jalannya program yang sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin pertama dalam mengakhiri kemiskinan ini, Prudential Indonesia juga bersinergi dengan berbagai kementerian, salah satunya dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak.

"Kami sangat mendukung Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan oleh Prudential Indonesia yang dapat memberdayakan para perempuan dalam membangun keluarga yang lebih sejahtera. Perempuan memainkan peranan penting sebagai pengatur keuangan keluarga. Stabilitas ekonomi keluarga dapat goyah jika mereka tidak memiliki kapasitas memadai dalam manajemen keuangan. Program ini juga sejalan dengan program Three Ends, yaitu untuk mengakhiri kesenjangan ekonomi kaum perempuan," papar Dr. Pribudiarta Nur Sitepu, MM, Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia.

Dukungan bagi para perempuan untuk terus mengasah kecakapan finansialnya juga makin dibutuhkan agar mereka mampu menghadapi berbagai tantangan rumah tangga di era digital. Kemajuan teknologi informasi memudahkan dan memperluas akses keluarga Indonesia dalam memenuhi kebutuhan serta keinginan mereka, mulai dari kebutuhan primer, sekunder hingga tersier.

Sementara itu, Sondang Martha, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan "Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan OJK pada tahun ini menunjukkan hasil yang positif. Indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen."

Terdapat peningkatan literasi sebesar 8,33 persen, serta peningkatan inklusi keuangan sebesar 8,39 persen.

"Pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah, OJK, kementerian dan berbagai pihak lain untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan. Salah satunya seperti upaya Prudential Indonesia melalui program tahunan Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan," papar Sondang.

Sondang juga menyampaikan bahwa meski telah ada peningkatan, literasi keuangan tetap sangat dibutuhkan, khususnya bagi para perempuan sehingga mereka mampu menjaga keuangan keluarga tetap sehat.

Terkait dengan program pelatihan, Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia sangat percaya perempuan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

"Atas alasan ini kami secara konsisten menyelenggarakan program Literasi Keuangan untuk Perempuan selama sepuluh tahun berturut-turut. Tahun ini, kami merasa bangga dapat melebarkan jangkauan program kami ke kota-kota di wilayah Indonesia Timur," ujar Nini.

Rangkaian kegiatan pelatihan tahun ini dimulai sejak Bulan Juni di Kupang. Pelatihan dilanjutkan ke Semarang, Jambi, Bangka, Samarinda, Mamuju, Gorontalo, Ternate, Bima dan kini di Jakarta. Pemilihan beberapa kota di wilayah timur Indonesia sejalan dengan target regulator untuk meningkatkan literasi keuangan di daerah-daerah yang indeks literasinya masih tergolong rendah. (tka)

Sumber: inilahcom
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip