0
Thumbs Up
Thumbs Down

Makam Mbah Lancing Banyak Didatangi Caleg! Kalau Menang, Ini Syarat yang Harus Diberikan!

slidegossip
slidegossip - Sat, 16 Mar 2019 08:56
Dilihat: 183
Makam Mbah Lancing Banyak Didatangi Caleg! Kalau Menang, Ini Syarat yang Harus Diberikan!
slidegossip.com - Makam Mbah Lancing yang terletak di daerah Kebumen, Jawa Tengah ternyata begitu dikeramatkan opeh warga. Seperti dilansir dari detik.com (15/3/2019), makam tersebut setiap harinya banyak didatangi para peziarah.

Makam Mbah Lancing (djangkarubumi.com)

Para peziarah tersebut berasal dari berbagai kalangan, bahkan para caleg pun sampai ikut datang ke makam itu untuk meminta doa restu agar terpilih menjadi anggota dewan dalam Pemilu 2019 yang akan digelar pada bulan April mendatang.

Makam Mbah Lancing lebih tepatnya terletak di Dukuh Kauman, Desa Mirit, Kecamatan Mirit. Makam tersebut tidak hanya didatangi warga Kebumen dan sekitarnya, tapi banyak juga yang datang dari Jakarta hingga luar Pulau Jawa.

"Nggih kathah (ya banyak) yang datang dari Kebumen, Purworejo, Cilacap, Yogya, dan sekitarnya ada yang dari Jakarta dan Sumatera juga," ungkap sang juru kunci makam, Ahmad Kamdi.

Karena kharisma Mbah Lancing sebagai seorang ulama, warga bahkan ada yang menyebutnya sebagai wali yang berjasa menyebarkan agama Islam di daerah Kebumen dan sekitarnya. Hingga kini diketahui banyak peziarah yang datang untuk mendoakan Mbah Lancing sekaligus meminta suatu hajat agar bisa terkabul.

Begitu banyak peziarah yang merasa yakin dan percaya bahwa permintaan mereka akan dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa lewat perantara Mbah Lancing. Mulai dari warga biasa, caleg, pejabat bahkan calon presiden juga pernah datang ke makam itu untuk ngalap berkah.

"Kalau anak sekolah mintanya biar lulus ujian, ada yang untuk berdagang, naik pangkat atau jabatan dan para caleg juga banyak yang ke sini minta biar terpilih besok pas pemilu. Calon Presiden, calon kades, bupati juga banyak yang ke sini," beber Ahmad Kamdi.

Kini, menjelang Pemilu, makam Mbah Lancing malah semakin ramai didatangi para caleg. Biasanya para caleg itu datang pada malam hari, terutama malam Jumat. "Tadi malam saya nemani mereka (caleg) sampai subuh. Biasanya para caleg kalau datang memang malam, kadang tengah malam. Calegnya ada yang dari Kebumen sini, Purworejo, ada yang dari Jakarta juga Lampung," lanjutnya.

Lalu apa timbal balik yang harus diberikan oleh para peziarah itu jika keinginan mereka tercapai? Sebagai ucapan terima kasih karena hajatnya tercapai, biasanya peziarah harus kembali lagi ke makam tersebut dan harus memberi kain batik yang diletakkan di atas pusara Mbah Lancing.

Hingga saat ini, kain batik yang ada di atas makam Mbah Lancing jumlahnya sudah tak terhitung. Bahkan tebal tumpukannya sudah mencapai lebih dari satu meter. Rupanya kain batik yang harus diberikan tersebut bukanlah kain batik biasa yang bisa dibeli di pasar atau toko, namun kain batik khusus yang harus dibuat langsung oleh warga yang telah ditunjuk. Batik tersebut juga harus berwarna dominan hitam cokelat dan bermotif contong yang merupakan kesukaan Mbah Lancing.

Rupanya tidak ada satu orang pun yang tahu sejak kapan makam Mbah Lancing itu ada, namun diperkirakan umur makam tersebut sudah mencapai ratusan tahun. Menurut cerita, Mbah Lancing yang punya nama asli Kiai Baji merupakan keturunan dari Prabu Brawijaya V.

"Mbah Lancing itu merupakan nama panggilan dari warga sekitar pada zaman dahulu karena Mbah Baji senang memakai kain batik untuk bebedan atau celana yang disebut lancing saat kemana pun pergi," jelas sang juru kunci.
Sumber: slidegossip
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip