0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kisah Para Warga yang Hidup di Area Pemakaman

okezone
okezone - Mon, 11 Feb 2019 22:30
Dilihat: 407
Kisah Para Warga yang Hidup di Area Pemakaman

MEMILIKI tempat tinggal yang layak adalah impian semua orang. Sayang, status ekonomi terkadang bisa menjadi masalah. Tak jarang mereka yang status ekonomi bawah tinggal di tempat yang tak layak huni. Contohnya seperti dialami oleh sekira 500 orang di Kamboja.

Mereka terpaksa tinggal di area pemakaman Smor San, Phnom Penh karena didera kemiskinan. Rumah yang mereka bangun berada di antara 200 makam. Rumah-rumah itu sudah ada sejak 1980-an. Lantas, apakah mereka yang tinggal di sana tidak merasa takut? Terlebih ada sebuah tahayul yang mengatakan berada di dekat kuburan dapat membawa energi negatif?

"Waktu awal datang ke sini kami merasa takut. Tentu kami takut dan khawatir jikalau melihat sesuatu seperti yang ada di bayangan kami. Tapi setelah hal yang kami takutkan tidak terjadi, kami mulai berani," ungkap salah seorang yang tinggal di sana, Sun Ramaly seperti yang dikutip Okezone dari tayangan video di channel YouTube South China Morning Post, Senin (11/2/2019).

Baca Juga: Kasus Murid Serang Guru, Benarkah Generasi Milenial Arogan?

Dalam tayangan berdurasi sekira 2 menit dengan judul 'Life among the dead: landless Cambodians defy superstition to dwell in old cemetery', Sun mengatakan bila masyarakat yang tinggal di sana sudah terbiasa dengan kehidupan di area pemakaman. Bahkan dirinya mengatakan bila anak-anak kecil di sana tidak merasa takut. Padahal anak kecil biasanya enggan melintasi pemakaman.

"Anak-anak tidak takut tinggal di sini. Beberapa dari mereka bahkan tidak tahu tempat apa ini, mereka tidak peduli dan tidak tertarik. Malah mereka pernah melihat kerangka (manusia) dari kuburan yang baru digali," tutur Sun.

Baca Juga: Seperti Tamara Bleszynski, Mbak Ber-body Aduhai Ini Juga Jual Es Teh Manis

Dirinya mengatakan, ia dan masyarakat di sana memiliki keinginan untuk tetap tinggal di area pemakaman. Meskipun ada kepercayaan agama Buddha yang mengatakan apabila mayat tidak dikremasi maka arwahnya dapat berkeliaran. Hal itu tidak membuat mereka gentar.

"Makam dan orang-orang yang tinggal di sini sudah hidup bersama sejak dulu. Kami tidak mengganggu satu sama lain," ucap Sun.

Mirisnya, di sekitar area pemakaman sekaligus tempat tinggal itu banyak properti mewah. Tentu kondisi ini memperlihatkan ketimpangan status di antara masyarakat Kamboja.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip