0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kenali Masalah "Generasi Sandwich" dan Cara Mengatasinya

okezone
okezone - Fri, 09 Nov 2018 16:45
Dilihat: 83

SAAT ini tingkat gangguan kejiwaan dan depresi kian meningkat di Indonesia. Hal tersebut ternyata disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri maupun lingkungan.

Sebagian besar, generasi anak muda jaman sekarang (generasi milenial) mengalami masalah yang disebut dengan generasi sandwich. Mungkin nama generasi sandwich sedikit aneh bagi masyarakat awam. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, sandwich adalah daging dan sayur yang dijepit oleh roti di kedua bagiannya. Kondisi terjepit inilah yang diibaratkan sebagai generasi sandwich.

Pakar Psikologi dari Universitas Indonesia, Vera Itabiliana, menjelaskan generasi sandwich ini terjadi karena adanya tekanan antar generasi dalam hidupnya. Bisa karena faktor keluarga, keuangan dan masih banyak lainnya. Jika diabaikan dan tidak ditangani dengan serius hal ini bisa menyebabkan seseorang menjadi stres.

(Baca Juga: Raisa-Hamish Baby Moon ke Tokyo, Intip Kamar Mewah sampai Keseruannya Keliling Kota)

"Generasi sandwich adalah generasi yang mengatasi himpitan dari generasi atasnya (orang yang lebih tua seperti ayah, ibu, kakek, nenek, dll) dan generasi bawahnya (adik, saudara, keponakan) plus mereka harus mengatasi kebutuhan mereka sendiri. Posisi itu biasanya terjadi pada usia 30-50 tahun di mana ia membutuhkan keinginan untuk memiliki barang hasil kerja keras sendiri. Generasi ini berpotensi mengalami stres karena semua tanggung jawab dilimpahkan pada mereka," tutur Vera, saat dijumpai Okezone dalam acara Beko Indonesia di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).

Vera menjelaskan bahwa masalah yang dihadapi oleh generasi sandwich adalah banyaknya tanggung jawab yang dilimpahkan kepada mereka. Berbagai masalah yang terakumulasi menjadi satu membuat seseorang menjadi stress yang menimbulkan keluhan fisik. Jika hal ini tidak cepat diatasi, lambat laut seseorang akan menjadi depresi.

"Banyaknya tanggung jawab membuat generasi sandwich stres. Semua hal yang berkaitan dengan keluarga adalah hal yang terpenting untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau anak. Stres itu didiamkan bisa menyebabkan keluhan fisik, pusing. Dan jika dibiarkan selama menahun bisa menyebabkan depresi," lanjutnya.

(Baca Juga: Potret Gemas Anak Nia Ramadhani, Gayanya Tak Kalah Stylish dengan sang Mama)

Sebenarnya generasi sandwich tidak dapat dihilangkan. Tuntutan hidup yang semakin berat membuat seseorang harus menghadapi masalah dalam hidupnya. Namun, generasi sandwich bisa melakukan beberapa cara untuk mengurangi himpitan tekanan yang mereka hadapi. Menanggapi hal tersebut Vera mencoba untuk membagikan cara untuk mengatasinya.

"Yang dibutuhkan adalah support dari sekitar lingkungan. Pertama adalah realitas dengan kemampuan. Kedua, maksimalkan semuanya yang ada dalam lingkungan pendukung. Ketiga, peduli terhadap diri sendiri atau me time, pasalnya generasi sandwich selalu mengandalkan semuanya sendiri. Empat, berkolaborasi dan bekerjasama dengan pasangan," sambung Vera.

Vera menambahkan bahwa 'me time' merupakan salah satu cara yang tepat untuk menenangkan diri. Selain itu tingkat depresi bagi wanita pun cenderung lebih tinggi daripada pria. Jadi ada baiknya untuk membagi-bagi tugas dengan pasangan dan sesama generasi sandwich harus saling memahami akan kondisi tersebut.

"Me time adalah waktu untuk diri sendiri dengan melakukan apapapun yang disuka. Setiap orang memiliki me time versinya sendiri. Tenangkan diri, tarik napas dalam-dalam, fokus kerjakan apa yang ada di depan mata. Perempuan lebih stres karena mereka mengurus kebutuhan sehari-hari. Hormon kortisol pada perempuan meningkat saat melihat rumah berantakan. Jadi sebelum memutuskan menikah ada baiknya berdiskusi dengan pasangan. (Bagi-bagi tugas). Sesama generasi sandwich harus saling memahami karena sama-sama dalam kondisi terjepit," tuntasnya.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip