0
Thumbs Up
Thumbs Down

KB Gel Pilihan Kontrasepsi Baru untuk Laki-Laki, Begini Faktanya!

okezone
okezone - Thu, 06 Dec 2018 13:17
Dilihat: 114
KB Gel Pilihan Kontrasepsi Baru untuk Laki-Laki, Begini Faktanya!

RAJIN minum pil KB setiap hari bisa jadi menyusahkan dan memusingkan. Memasang KB spiral juga bukan suatu pengalaman yang menyenangkan. Kalau membeli morning-after pil, mungkin dompetmu bisa terkuras. Dengan jumlah kontrasepsi laki-laki yang terbatas, beban untuk mencegah kehamilan secara historis selalu jatuh pada wanita.

Jadi kita pasti merasa excited begitu mendengar kalau ada gel untuk laki-laki yang berfungsi mencegah kehamilan. Rata-rata perkembangan dunia KB selalu berfokus untuk wanita (kontrasepsi oral seperti pil dan morning-after pil, KB bentuk patch, spiral, dll), jadi pilihan kontrasepsi baru untuk laki-laki begitu disambut dengan hangat.

Gel untuk laki-laki ini belum tersedia. Namun, gel ini akan dipelajari dalam uji klinis baru yang didanai oleh National Institutes of Health (NIH). Dilansir dari Health.com, berikut beberapa hal yang harus Anda tahu mengenai gel ini:

Bagaimana cara kerjanya?

Dikembangkan oleh Population Council dan NIH's National Institute of Child Health and Human Development (NICHD), gel ini diberi nama NES/T dan mengandung kombinasi testosteron dan senyawa progestin. Kombinasi senyawa ini bernama Nestorone. Menurut NIH, senyawa progestin akan memblokir produksi testosteron yang dihasilkan laki-laki sehingga akan mengurangi produksi sperma ke tingkat yang rendah atau bahkan tidak ada sama sekali. Lalu, senyawa testosteron di dalam gel akan memastikan bahwa si pengguna akan tetap memiliki hasrat seksual seperti biasa dan fungsi tubuh lainnya yang bergantung pada testosteron juga akan berjalan normal.

Mungkin Anda menganggap gel ini sebagai gel yang akan dbalurkan pada penis seperti pelumas, tapi sebenarnya gel ini diaplikasikan pada punggung dan bahu yang kemudian akan diserap oleh kulit. Secara teori, hal ini terdengar mudahnamun tidak banyak laki-laki yang punya kemampuan dan fleksibiltas untuk mengaplikasikan gel ini sendirian.

Menurut Sherry Ross, MD, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi di California, bagaimana pun, jika sang wanita membantu mengaplikasikannya pada laki-laki, ada kekhawatiran bahwa paparan hormon-hormon dalam gel ini bisa memberi efek padanya. Karena belum jelas apa yang akan terjadi, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mencuci tangan dengan benar setelah mengaplikasikan gel ini untuk menghindari hormon-hormonnya menyerap ke kulitmu.

Apa yang akan terjadi dalam uji klinis?

Para peneliti akan megikutsertakan 420 pasangan. Pada tahap pertama penelitian, sang laki-laki akan memakai gel ini setiap hari selama 4-12 minggu untuk mengevaluasi apakah ada efek samping yang terjadi. Jika setelah 12 minggu tingkat produksi sperma mereka tidak berkurang sampai cukup untuk mencegah kehamilan, mereka akan tetap memakai gel ini sampai 16 minggu.

Setelah tingkat sperma cukup menurun dan aman dipakai sebagai kontrasepsi, para pasangan tersebut akan menjalani masa percobaan selama 52 minggu untuk melihat apakah gel ini benar-benar berfungsi untuk mencegah kehamilan. Setelah itu, sang pria akan dipantau selama 24 minggu setelah berhenti menggunakan gel untuk melihat apakah ada efek samping yang tersisa.

Baca Juga: Tidak Hanya Jago Nyanyi, Bocah Viral yang Disuntik Lihai Menari BLACKPINK

Apakah gel ini bisa menggantikan kondom?

Karena banyak wanita tidak bisa atau bahkan tidak mau menggunakan kontrasepsi hormonal, serta kontrasepsi untuk laki-laki sangatlah terbatas, gel ini adalah sebuah pilihan yang tepat.

"Metode kontrasepsi pria yang aman dan efektif ini akan memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang penting," ucap Diana Blithe, PhD, kepala Contraceptive Development Program di NICHD.

Baca Juga: Anak Tak Rajin Buang Air Besar? Hati-Hati Mungkin Kena Konstipasi

Namun, para ahli tidak senang dengan gagasan bahwa kondom bisa digantikan oleh gel ini, karena menurut Dr. Ross, kondom membantu mencegah infeksi seksual yang menular. Mungkin juga tidak setiap pasangan akan memakai gel ini dengan cara yang benar sehingga kurang dapat diandalkan. "Saya tidak ingin wanita berhenti menggunakan kontrasepsi mereka bahkan jika seorang pria ikut andil dalam mencegah kehamilan," kata Dr. Ross.

Walau pun kontrasepsi baru ini tidak bisa sepenuhnya menjadi solusi, tapi setidaknya laki-laki bisa ikut serta dalam mencegah kehamilan.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip