0
Thumbs Up
Thumbs Down

COVID-19 Tak Berbahaya saat Menginfeksi Anak-Anak?

okezone
okezone - Wed, 11 Mar 2020 15:03
Dilihat: 104
COVID-19 Tak Berbahaya saat Menginfeksi Anak-Anak?

Penyebaran virus korona (COVID-19) semakin meluas ke negara diluar China. Uniknya penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan ini relatif aman dan tidak menyerang anak-anak.

Keunikan inilah yang menjadi subjek penelitian para peneliti untuk mengetahui bagaimana virus ini bekerja pada manusia. Seperti diketahui, kasus COVID-19 hanya menyerang 2,4 persen anak-anak di China.

World Health Organization (WHO) melaporkan hanya 0,2 dari anak-anak yang kritis akibat terserang COVID-19. Negeri Tirai Bambu tersebut bahkan tidak melaporkan adanya kasus anak kecil yanh meninggal akibat penyakit ini hingga usia 19 tahun.

Melansir dari Washington Post, Rabu (11/3/2020), di sisi lain COVID-19 telah terbukti sangat mematikan berdasarkan spektrum usia. Tingkat fatalitas COVID-19 di China untuk mereka yang berusia di atas 80 tahun diperkirakan 21,9 persen.

Tapi untuk usia 10 hingga 39, tingkat kematian hanya sekitar 0,2 persen. Angka tersebut diperoleh dari studi terpisah yang mencatat pasien dari 44.672 kasus yang telah dikonfirmasi. Selain itu kematian dan gejala parah hampir tidak ada di usia yang lebih muda.

Fenomena ini membuktikan bahwa COVID-19 memiliki perilaku yang berbeda dengan virus lainnya. Meskipun mirip namun COVID-19 berbeda dengan influenza yang sangat berbahaya bagi mereka yang sangat muda dan sangat tua.

"Dengan infeksi pernafasan seperti ini, kami biasanya melihat kurva berbentuk U pada siapa yang paling sering terkena serangan. Anak-anak di satu ujung U karena sistem kekebalan mereka belum berkembang dan orang tua di ujung lain karena sistem kekebalan mereka tumbuh lebih lemah," tutur seorang Ahli Virologi, Vineet Menachery.

Selain itu Spesialis Penyakit Menular Anak, Frank Esper mengaku sedang mencari tahu mengapa anak-anak sangat tidak terpengaruh terhadap COVID-19?

"Atau mungkin tidak ada hubungannya dengan virus dan justru berhubungan dengan tuan rumah? Seperti kondisi yang mendasarinya di paru-paru, diabetes atau hipertensi. Padahal beberapa anak usia 7 tahun dan bayi baru lahir mengalami hipertensi," terang Esper.

Wabah serupa sebelumnya juga secara misterius tidak menyerang kaum muda. Tidak ada anak yang meninggal selama wabah SARS yang terjadi pada 2002, dan telah menewaskan 774 orang. Berbeda dengan SARS dan COVID-19 beberapa anak mengembangkan gejala dari MERS yang mematikan.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip