0
Thumbs Up
Thumbs Down

Chimei Museum, Kota Seni dengan Koleksi Biola Terbanyak di Dunia

okezone
okezone - Thu, 16 Jan 2020 17:38
Dilihat: 70

BAGI sebagian traveler, liburan di pegunungan atau pantai kini sudah terlalu mainstream. Namun kini banyak traveler yang ingin melihat keindahan karya seni sebagai alasan bagi memilih destinasi liburan. Dan, tak sedikit kota di berbagai negara yang dijuluki sebagai kota seni yang menakjubkan.

Di Taiwan, terdapat kota yang banyak dikunjungi wisatawan dan dikenal sebagai kota seni, yaitu Tainan. Kota iini tak sekadar kota tua, terdapat museum yang megah dengan beragam koleksi patung, lukisan, senjata, serta biola yang bikin geleng-geleng kepala.

Dilihat dari luar, orang akan mengira kalau ini adalah sebuah istana yang megah, dengan bentuk bangunan mirip Gedung Capitol di Washington DC. Kubah gedungnya sudah terlihat dari kejauhan. Begitu sampai di halaman depannya, kita akan disambut boulevard dan air mancur Bassin d'Apollo seperti yang ada di Istana Versailles, Prancis. Lalu kita mesti melewati Jembatan Olympus dengan 12 patung dewa-dewi Romawi di kanan-kiri yang membentang di atas danau, agar kita sampai di pelataran rumput Muse Plaza, di depan istana.

Baru sampai di sini saja, kita mungkin sudah capek saking luasnya. Tapi kalau kita memasuki istana ini, katanya kita bakal lebih terpesona lagi. Tak lain karena istana ini sebenarnya adalah sebuah museum pribadi yang sudah sangat terkenal, dan dibuka untuk umum. Jadi sebaiknya kita jangan berlama-lama selfie di halaman museum ini.

Chimei Museum ini didirikan oleh Wen-Long Shi, pendiri Chi Mei Group dan juga salah satu orang terkaya di Taiwan. Lahir tahun 1928 dari keluarga miskin saat Taiwan masih menjadi bagian dari Jepang (1895-1945), masa kecil Wen dihabiskan dengan mengunjungi Museum Pendidikan Tainan. Ini adalah museum pertama yang didirikan pemerintah Jepang di Taiwan, dan gratis. Tak heran jika setiap pulang sekolah Wen pasti mampir ke sini.

Kenangan masa kecilnya itu rupanya sangat membekas, hingga Wen kemudian bercita-cita ingin mendirikan museum sendiri, yang gratis dan terbuka bagi semua orang. Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan musik dan benda-benda seni agar bisa dinikmati oleh masyarakat umum.

Setelah mengumpulkan berbagai benda koleksi selama 10 tahun, mimpi Wen akhirnya terwujud. Tahun 1992 ia mendirikan Chimei Museum di salah satu gedung di dalam kompleks industri Chi Mei miliknya. Tahun 2014, museum itu dipindahkan ke lokasi yang sekarang ini, di Tainan Metropolitan Park, dan dibuka kembali untuk umum tahun 2015.

Koleksi utama museum dua lantai ini adalah karya seni lukis, furnitur, dan patung, alat-alat musik, senjata, spesimen hewan, serta fosil. Total koleksinya lebih dari 12.000 benda, namun yang ditampilkan sekitar 4.000 koleksi.

Di lantai satu, kita akan disambut patung-patung dewa Yunani dan Romawi Kuno di Sculpture Halla. Patung dewa dan hingga karya-karya patung abad ke-20 itu disusun berdasarkan urutan waktu sejarah. Kalau berbelok ke sisi kanan, kita akan masuk ke galeri Natural History and Fossils. Koleksi hewan yang diawetkan dari seluruh dunia, meteorit besi yang jatuh di Australia Barat tahun 1911, hingga fosil hewan dari era 250 juta tahun lalu, ada di sini. Yang menjadi primadona adalah beruang kutub dalam posisi berdiri, setinggi 2,4 meter.

Ruang selanjutnya di ujung belakang adalah Rodin Gallery, yang dikhususkan untuk menampilkan karya pematung terkenal Prancis, Auguste Rodin. Maskot di galeri ini adalah patung perunggu The Thinker setinggi hampir tiga meter, replika dari patung serupa di Musee Rodin, Paris. Karya Rodin yang lain adalah patung The Kiss, dan patung The Abandon yang mengisahkan 'kasih tak sampai' karya Camille Claudel, murid dan sekaligus pengagum Rodin.

Bagi yang suka sejarah persenjataan, maka ruang ketiga di lantai satu, yakni Arms and Armours, jangan sampai terlewat. Berbagai model helm prajurit Yunani dan Romawi seperti yang ada di film 300 atau Gladiator, ada di sini. Begitu juga baju zirah untuk kuda dan panglima perang Kekaisaran Mughal di India dari abad ke-17. Namun yang paling mencengangkan adalah berbagai koleksi pedang, senapan kuno, dan senjata laras panjang dari abad pertengahan. Tak ketinggalan berbagai macam samurai dan O-yoroi, baju kebesaran panglima perang dari abad ke-10 hingga era shogun di abad ke-18. Menikmati satu-persatu koleksi senjata di ruangan ini saja, kita akan segera berpikir, betapa 'niat banget' Wen dalam mengumpulkan senjata-senjata ini.

Lantai dua museum berisi dua galeri utama. Pertama Fine Arts Gallery, berisi berbagai gaya dan ukuran lukisan-lukisan Eropa dari abad pertengahan. Yang paling tua adalah lukisan Madonna and Child in the Glory dari tahun 1200, yang diperoleh dari Catalonia, Spanyol. Lalu lukisan Saint Martin and the Beggar dari tahun 1599, yang diperoleh dari Yunani. Tak ketinggalan mahakarya Hans Makart, pelukis kenamaan Austria, yakni lukisan langit-langit Four Allegories of Music.

Galeri kedua adalah Musical Instruments. Bagi pecinta musik, terutama yang menyukai alat musik gesek seperti biola, museum ini adalah surganya. Menurut majalah Forbes, museum ini punya koleksi biola terbanyak di dunia, yakni 1.376 buah. Salah satu yang paling terkenal adalah biola yang dibuat tahun 1705 oleh Bartolomeo Cristofori, pembuat instrumen musik terkenal yang bekerja pada keluarga Medici di Italia. Perlu waktu enam tahun bagi museum ini untuk mencari dan mendapatkan biola dan cello karya Cristofori. Konon di dunia ini hanya tiga karyanya yang tersisa. Satu biola lagi ada di Museum Uffizi di Florence, Italia. Juga ada biola karya Gasparo Bertolotti dari tahun 1560, cello karya Andrea Amati dari tahun 1566, biola karya Antonio Stradivari dari tahun 1709, dan biola yang pernah dipakai maestro Nicolo Paganini di tahun 1795.

Proses pembuatan biola beserta alat-alat dan bahan bakunya diperlihatkan di galeri ini. Tak ketinggalan pula berbagai alat musik tradisional dari berbagai negara, piano-piano kuno, hingga kotak musik putar. Uniknya lagi, museum ini sering meminjamkan koleksi biolanya secara gratis kepada para violinis (Wen sendiri adalah seorang pemain biola). Tercatat ada 220 biola yang pernah dipinjamkan ke lebih dari tiga ribu orang.

Umumnya para peminjam dalah violinis profesional yang menggunakannya untuk konser orkestra atau mengikuti kompetisi musik. Tahun 2015 misalnya, musisi Yu-Chien Tseng memenangkan medali perak di International Tchaikovsky Competition dengan biola yang ia pinjam dari Chimei Museum. Tidak hanya itu, museum ini juga memproduksi CD musik klasik yang perekamannya dilakukan oleh musisi-musisi top Taiwan menggunakan alat-alat musik kuno koleksi Chimei Museum.

Jujur saja, bakal butuh waktu seharian sendiri untuk bisa menikmati semua koleksi museum ini. Belum lagi buat berfoto-foto di setiap sudut galeri maupun taman museum. Jadi, pastikan museum ini ada dalam daftar destinasi yang wajib dikunjungi saat ke Taiwan.

Chimei Museum

No. 66, Section 2, Wenhua Road,

Rende District, Tainan City, 71755

Taiwan (R.O.C.)

Tel: +886 6 2660808

www.chimeimuseum.org

Buka pukul 9.30-17.30 Senin-Minggu, Rabu libur

Tiket 200 NTD (sekitar Rp 92.000), gratis untuk warga Tainan

(cm)

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip