0
Thumbs Up
Thumbs Down

Busana Pucuk Rebung Khas Borneo Bakal Tampil di Hong Kong Fashion Week 2019

okezone
okezone - Fri, 11 Jan 2019 18:00
Dilihat: 63

Meski Indonesia merupakan negara berkembang, tetapi rakyatnya kian maju dalam segala bidang keahlian. Misalnya saja tampilan busana atau mode khas yang mencirikan sebagian dari wajah Nusantara.

Karena kelihaian mendesain pakaian bernuansa Tanah Air sedang dilirik negara tetangga, para desainer kondang ini mendapat kehormatan untuk tampil dalam Hong Kong Fashion Week 2019.

Adalah Jeny Tjahyawati, Lia Soraya, dan Nina Nugroho. Ketiga desainer ini akan menapakkan kaki di Negeri Beton pada 14-17 Januari 2019. Setiap desainer ini akan menampilkan 6 buah koleksi sesuai dengan tema yang telah dipilih.

Contohnya Lia Soraya yang mengangkat motif kultur bertemakan Eksotika Borneo dari Kalimantan Barat. Inspirasinya didapat karena belum ada yang pernah mengangkat budaya dari salah satu pulau terbesar di Indonesia ke dalam rajutan busana.

Baca Juga: Aksen Pita Diprediksi Masih Jadi Tren di 2019, Ini Alasannya

"Dayak punya salah satu motif yang bisa diangkat dan menjadi nilai inspiratif. Saya harapkan fashion industri yang ada di dunia ini juga melihat bahwa Indonesia kaya akan budaya dan mengangkat tema ini menjadi lebih besar," ujarnya ketika dijumpai Okezone di Aljazeerah Polonia, Jakarta Timur, Kamis, 10 Januari 2019.

Salah satunya adalah busana bernuansa biru benhur dari tenun dengan motif pucuk rebung dan busur. Penciptaan motif rebung ini memiliki makna mengenai pelajaran hidup yang mendorong manusia agar selalu melangkah di jalan yang lurus.

Berbentuk segitiga yang meruncing ke atas, motif ini terinspirasi dari tunas muda tanaman bambu atau biasa dikenal dengan rebung. Sedangkan motif, busur, Lia mengatakan karena mata pencaharian dan kegemaran orang Dayak yang suka berburu, jadi ia menerapkannya dalam busana menjadi suatu motif yang cantik.

Dibantu dengan pengrajin tenun dari Garut, Lia mengaku bahwa butuh waktu sebulan untuk menyiapkan segala kebutuhannya nanti menjelang pagelaran busana di Hongkong. Waktu pun menjadi lawan karena motif pada koleksinya baru bisa timbul dan terlihat menawan pada ketebalan minimal 10 sentimeter.

Baca Juga: 3 Desainer Modest Indonesia Siap Unjuk Gigi di Hongkong Fashion Week Fall/Winter 2019

"Proses tenunnya juga lama, bahkan kemaren saya lihat pakai diiketin tali rafia buat mewarnainya. Saya lebih spektakuler melihatnya, selama berapa hari tali ini diikatkan supaya menghasilkan warna," kenangnya.

Karena nanti koleksinya akan ditawarkan pada buyer yang hadir di Hongk= Kong, ada kendala lain yang Lia temui. Modal dari rancangannya ini lumayan menguras kantong, selain handmade, bahannya dari sutera pun terbilang mahal. Belum lagi taburan Swarovski yang harganya menjulang.

"Tapi Alhamdulillah, dalam tenun ini saya tidak menemukan kegagalan selain warnanya yang kurang stabil. Saya mau biru itu tapi keluarnya biru ini. Meskipun prosesnya diulang, pasti warnanya berubah lagi," tuturnya.

Meski mengaku baru pertama kali mengikuti ajang busana ini di Hong Kong, ia berharap penuh supaya mode busana muslimah itu bisa diterima di semua kalangan. Mengingat Hong Kong masih minim dengan kaum Muslim. Lia ingin Indonesia menjadi salah satu pusat mode terbesar di dunia dan menjadi inspirasi untuk negara Muslim di sekitarnya, bahkan ranah dunia. Selain itu, pakaian Muslim yang dikenal sesuai dengan kultur Islam dan tidak meninggalkan khazanah kesopanan.

"Insya Allah, Indonesia bisa banyak membawa industri fesyen terutama dari yang muda, harus disokong terus," tutupnya.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip