0
Thumbs Up
Thumbs Down

Banjir Bandang Terjang NTT, Waspadai Munculnya 5 Penyakit Ini

okezone
okezone - Tue, 13 Apr 2021 14:22
Dilihat: 51
Banjir Bandang Terjang NTT, Waspadai Munculnya 5 Penyakit Ini

FENOMENA alam banjir bandang yang menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu 4 April 2021 menelan korban jiwa hingga 177 orang, sementara puluhan lainnya dinyatakan hilang. Musibah ini menjadi pukulan telak di tengah pandemi covid-19 yang belum berakhir.

Fenomena banjir bandang NTT ini tentu saja tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tapi bisa menimbulkan penyakit setelahnya.

Merangkum dari laman Indiatvnews, Selasa (13/4/2021), berikut lima penyakit yang kerap menyerang usai terjadinya banjir atau banjir bandang.

Baca juga: Korban Tewas Akibat Bencana NTT Capai 177 Orang, Bantuan Mulai Berdatangan

1. Demam tifoid

Demam tifoid disebabkan bakteri Salmonella Typhi yang terdapat dalam air minum dan makanan yang terkontaminasi. Penyakit ini menular melalui kontak langsung dengan air yang tercemar. Gejala penyakit berupa sakit kepala, kehilangan nafsu makan, demam tinggi, dan diare.

Penyakit ini bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan segar dan sehat. Hindari makan jajanan pinggir jalan dan dari tempat mana pun yang dinilai tidak bersih.

2. Kolera

Mirip dengan demam tifoid, kolera disebabkan bakteri Vibrio Cholera yang menyebar pada air minum dan makanan yang terkontaminasi. Lalat yang terinfeksi adalah pembawa utama penyakit ini. Gejala umum yang terjadi berupa nyeri panggul dan muntah adalah gejala umum penyakit ini.

Anda bisa mencegah penyakit ini dengan mengonsumsi makanan yang bersih dan baru dimasak. Jangan minum air tanpa merebusnya. Selain itu, cuci tangan dan wadah makanan dengan benar.

Baca juga: Ketua RT di NTT Selamatkan Warganya dari Banjir Bandang Berkat Siskamling

3. Leptospirosis

Salah satu penyakit berbahaya yang dapat ditularkan langsung dari air yang terkontaminasi adalah leptospirosis. Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira yang terdapat dalam urin hewan seperti tikus, sapi, dan kerbau.

Penularan terjadi melalui luka terbuka, atau melalui kulit yang telah berada di dalam air dalam waktu lama, atau selaput lendir mata dan mulut. Gejala leptospirosis adalah flu normal dengan sakit kepala, demam, nyeri otot, infeksi mata merah, dan mata berair. Jika penyakit tidak terdeteksi tepat waktu, pasien mungkin mengalami koma.

Cara mengatasinya dengan menghindari terlalu banyak berjalan di air banjir. Kenakan sepatu bot karet setiap kali Anda berjalan di dalam air.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip