0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bahaya Konsumsi Air Terkontaminasi, Bisa Hambat Perkembangan Bayi dan Anak-Anak

okezone
okezone - Fri, 22 Mar 2019 04:17
Dilihat: 261

Memeringati Hari Air Dunia yang jatuh pada 22 Maret, tahun ini tema yang diambil adalah 'Leaving No One Behind'. Maksudnya adalah menarik perhatian masyarakat di seluruh dunia mengenai kesenjangan akses air bersih. Berdasarkan fakta, hingga saat ini memang sebanyak 780 juta orang tidak memiliki akses ke sumber air bersih.

Seperti yang diketahui, air sangat penting dalam kehidupan karena dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari. Sebut saja untuk minum, memasak, mencuci, mandi, dan masih banyak lagi. Bayangkan jika air tersebut terkontaminasi, tentu memberikan dampak negatif pada kesehatan. Ada beberapa patogen yang dapat mengontaminasi air.

Pertama ada cryptosporidium yaitu patogen yang terkadang masuk ke persediaan air dan bisa menyebabkan penyakit pencernaan hingga berujung fatal. Kemudian ada nitrat yang apabila mencemari air menimbulkan ancaman langsung pada bayi. Di usus, nitrat dikonversi menjadi nitrit dan dapat mencegah darah mengangkut oksigen. Sedangkan pada orang yang lebih tua, ada enzim yang dapat mengembalikan fungsi darah, tapi tidak dengan bayi.

Baca Juga: Permen Karet Bekas Kunyahan Alex Ferguson 6 Tahun Lalu Laku Rp7,3 Miliar

Terakhir adalah timbal yang dapat menyebabkan masalah perkembangan fisik dan mental pada bayi serta anak-anak. Sedangkan orang dewasa yang meminum air yang terkontaminasi patogen ini selama beberapa tahun dapat mengalami masalah ginjal dan tekanan darah tinggi. Patogen-patogen tersebut tidak lantas hilang meskipun air yang terkontaminasi sudah dimasak hingga mendidih.

Air mendidih memang dapat membunuh kuman, tetapi patogen seperti timah, nitrat, dan pestisida tidak terpengaruh. Bahkan karena mendidih mengurangi volume air, kondisi itu malah meningkatkan konsentrasi kontaminan di dalam air. Oleh karenanya, setiap orang harus berhati-hati terhadap air yang dikonsumsinya. Orangtua harus mengusahakan agar anaknya jangan sampai meminum air yang terkontaminasi patogen.

Baca Juga: 12 Aroma Parfum yang Cocok untuk Tiap Zodiak

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah mengonsumsi air yang terkontaminasi adalah menggunakan filter di rumah. Ada empat jenis filter yang sering digunakan yaitu karbon aktif, pengubah ion, pembalik osmosis, dan distilasi. Masing-masing filter memilki fungsi tersendiri.

Filter karbon aktif dapat menghilangkan kontaminan organik tertentu yang memengaruhi rasa dan bau air. Beberapa sistem juga dirancang untuk menghilangkan produk sampingan klorinasi, pelarut, pestisida, atau logam tertentu seperti tembaga dan timah. Sedangkan filter penukar ion yang berkerja dengan alumina teraktivasi dapat menghilangkan mineral seperti kalsium dan magnesium yang membuat air keras. Filter ini sering dikombinasikan dengan metode filter lain seperti penyerapan karbon atau pembalikan osmosis.

Kemudian ada filter pembalik osmosis yang bekerja dengan karbon dapat menghilangkan nitrat dan natrium serta pestisida dan petrokimia. Terakhir, filter distilasi yang mendidihkan air dan mengembun uap sehingga menciptakan air suling. Demikian seperti yang dilansir Okezone dari WebMD, Jumat (22/3/2019).

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip