0
Thumbs Up
Thumbs Down

Akui Punya Autisme, Kenali Sindrom Asperger yang Serang Elon Musk

okezone
okezone - Fri, 14 May 2021 16:35
Dilihat: 88
Akui Punya Autisme, Kenali Sindrom Asperger yang Serang Elon Musk

PENYAKIT autisme mungkin menjadi salah satu kekhawatiran para orangtua pada anak mereka. Tapi, bukan berarti anak-anak yang menderita autisme akan memiliki keterbelakangan loh.

Sebut saja Pemilik SpaceX sekaligus CEO Tesla Elon Musk, yang mengungkapkan beberapa waktu lalu dirinya mengalami sindrom Asperger. Sindrom Asperger, seperti dikutip dari Health, merupakan gangguan perkembangan bagian dari gangguan spektrum autisme (ASD), menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS).

ASD sendiri tergolong sekelompok kondisi neurologis yang dapat menyebabkan gangguan dalam keterampilan bahasa dan komunikasi, bersama dengan pola berulang atau restriktif.

Gejala terbesar sindrom Asperger ialah minat obsesif pada satu objek atau topik. Anak-anak dengan sindrom Asperger ingin tahu segalanya tentang topik tertentu itu, dan mereka tidak ingin banyak membicarakan hal lain.

Gejala lain sindrom ini bisa termasuk: rutinitas yang berulang, keanehan saat berbicara dan berbahasa, perilaku yang tidak pantas secara sosial dan emosional, ketidakmampuan untuk berhasil berinteraksi dengan teman sebaya, masalah dengan komunikasi nonverbal, canggung.

Anak-anak dengan sindrom Asperger sering diisolasi karena keterampilan sosial yang buruk dan memiliki riwayat keterlambatan perkembangan, kata NINDS.

Apakah sindrom Asperger masih merupakan diagnosis? Secara teknis, tidak. Edisi kelima Diagnostik dan Statistik Manual Gangguan Mental (DSM-5) menghapus sindrom Asperger pada tahun 2013 dan memasukkannya ke dalam istilah umum gangguan spektrum autisme. Kondisi yang sebelumnya hanya dikenal dengan autisme ini berkembang menjadi gangguan spektrum autisme.

"DSM menggambarkan gangguan spektrum autisme ringan, sedang, atau parah, meskipun kriteria untuk membedakan di antara tiga tingkat ini agak kabur dan belum divalidasi," kata profesor psikiatri di University of Pennsylvania Perelman School of Medicine and Director of the Penn Center for Mental Health, David Mandell.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip