0
Thumbs Up
Thumbs Down

7 Fakta dan Mitos Stroke yang Harus Diluruskan

okezone
okezone - Mon, 29 Oct 2018 00:31
Dilihat: 191

MASIH banyak kesalahpahaman yang beredar di masyarakat mengenai stroke. Jadilah banyak fakta dan mitos yang seharusnya diluruskan agar tidak meresahkan masyarakat.

Asisten Profesor Neurologi di Cushing Neuroscience Institute Manhasset, Igor Rybinnik, MD, mengatakan, kesadaran masyarakat untuk memahami penyakit stroke masih minim.

Ada dua jenis penyakit stroke yang umum dialami penderitanya. Hampir 90 persen dari stroke yang terjadi di negara maju adalah stroke iskemik, yang terjadi sebagai akibat dari penyumbatan dalam pembuluh darah. Sisanya mereka menderita hemoragik stroke, yang menyebabkan melemahnya pembuluh darah sampai pecah.

Terlebih, Anda harus tahu fakta dan mitos lainnya seputar stroke. Berikut 7 ulasannya, dilansir Okezone dari Everydayhealth, Senin (29/10/2018).

1. Mitos: Stroke hanya terjadi pada orang tua

Umumnya memang penderita stroke dialami oleh seseorang berusia 60 tahun ke atas. Tapi malah saat ini ada pergeseran tren penyakit yang diidap oleh orang-orang muda. Seseorang berusia 18-65 tahun malah rentan stroke, apalagi yang memiliki faktor risiko obesitas dan hipertensi.

2. Mitos: stroke terjadi di jantung

Fakta: "Stroke terjadi di otak," kata Ahli Saraf Dr Rybinnik. Saraf sel-sel otak, yang disebut neuron, memerlukan aliran darah dan nutrisi dan oksigen dalam darah untuk bertahan hidup dan fungsi. Jika suplai darah ke neuron di otak terputus karena gumpalan darah atau penyakit pembuluh darah, saraf akan mati dan jadilah penyakit stroke.

3. Mitos: stroke tidak dapat dicegah

Fakta: Salah satu yang terbesar studi pada stroke, 90% penyakit ini muncul diawali dengan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas. Semua itu dapat dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat, seperti mengatur pola makan, tidak merokok, rajin olahraga dan aktivitas, serta beberapa hal penting lainnya.

4. Mitos: Stroke tidak dapat diobati

Fakta: Sebagian besar dari stroke iskemik, yang disebabkan oleh gumpalan darah dapat diobati. Rybinnik menjelaskan, pasiennya harus menjalankan beberapa pengobatan seperti operasi, fisioterapi, atau hal lainnya yang menguntungkan seorang pasien. Semua metode pengobatan seharusnya sesuai persetujuan medis supaya tidak berisiko fatal.

(Baca Juga: 5 Gaya Tere Mariana, Pramugari Cantik Pesawat Kepresidenan RI yang Senyumnya Melelehkan Hati)

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip