0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sejarah Kain Endek dan Batik yang Sempat Dihina YouTuber Mahyar Tousi

okezone
okezone - Thu, 17 Nov 2022 08:46
Viewed: 287
Sejarah Kain Endek dan Batik yang Sempat Dihina YouTuber Mahyar Tousi

JAKARTA - Sejarah kain endek dan batik mungkin belum diketahui banyak orang. Keberadaannya mendadak diperbincangkan karena kabarnya sempat dihina YouTuber Mahyar Tousi.

Dirangkum dari berbagai sumber, endek merupakan kain tenun yang berasal dari Bali. Sedangkan, batik adalah kain khas Indonesia bergambar yang pembuatannya secara khusus.

Sejarah Endek

Kain endek mulai berkembang sejak abad ke-16, yaitu masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong di Gelgel, Klungkung. Kain endek ini kemudian berkembang di sekitar daerah Klungkung, salah satunya adalah di Desa Sulang.

Di desa Sulang, kain tenun endek dipelopori oleh Wayan Rudja yang saat itu memiliki tenaga kerja sekitar 200 karyawan. Meskipun kain endek telah ada sejak Kerajaan Gelgel, tetapi endek baru mulai berkembang pesat di desa Sulang setelah masa kemerdekaan.

Perkembangan kain endek di Desa Sulang dimulai pada tahun 1975 dan kemudian berkembang pesat pada tahun 1985 hingga sekarang.

Dahulu, kerajinan Tenun Ikat Endek di desa Sulang berjumlah 25 perusahaan, namun seiring berjalannya waktu kerajinan ini mulai berkurang.

Sekarang usaha kerajinan tenun endek yang bertahan hanya dua perusahaan, yaitu usaha Tenun Endek Astika dan Usaha Tenun Endek Resya.

Sejarah Batik

Sejarah batik Indonesia terkait erat dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram, lalu berlanjut pada zaman Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Keberadaan kegiatan Batik tertua berasal dari Ponorogo yang masih bernama Wengker sebelum abad ke-7, Kerajaan di Jawa Tengah belajar batik dari Ponorogo.

Karena itu, batik-batik Ponorogo agak mirip dengan batik yang beredar di Jawa Tengah, hanya saja batik ponorogo batik yang dihasilkan rata-rata berwarna hitam pekat atau biasa disebut batik irengan karena yang dekat dengan unsur-unsur magis, sehingga dikembangkan oleh kerajaan-kerjaan di Jawa Tengah.

Source: okezone
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip