0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sejarah Hari Polio Sedunia yang Diperingati Setiap 24 Oktober

okezone
okezone - Sun, 24 Oct 2021 14:04
Viewed: 97
Sejarah Hari Polio Sedunia yang Diperingati Setiap 24 Oktober

HARI Polio Sedunia selalu diperingati setiap tanggal 24 Oktober. Adanya peringatan tersebut untuk menyoroti upaya global menuju dunia bebas polio. Hari polio sedunia juga diperingati untuk menghormati kontribusi mereka yang berada di garis terdepan dalam perjuangan memberantas polio.

Dikutip dari laman CDC, Minggu (24/10/2021), polio atau poliomyelitis adalah penyakit menular yang disebabkan virus polio. Virus ini menyerang otak dan sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan kelumpuhan.

Baca juga: Hari Polio Sedunia, Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

Virus polio menyebar dari orang ke orang dan hanya menyerang manusia. Dalam hal ini, anak-anak sangat rentan terkena penyakit polio. Polio sendiri sejauh ini tidak memiliki obat, sehingga vaksinasi menjadi satu-satunya cara untuk melindungi anak-anak dan menghentikan penyebaran penyakit polio.

Penyebaran virus polio terjadi melalui rute faecal-oral yaitu melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi dari kotoran yang mengandung virus polio. Virus polio tersebut lalu masuk melalui mulut dan berkembang biak di usus. Bahayanya, virus ini dapat menyebar dengan cepat, terutama di daerah dengan sanitasi buruk.

Gejala Polio

Mengutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, gejala-gejala polio yaitu demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan pada leher, dan nyeri pada tungkai. Satu dari 200 infeksi dapat menyebabkan kelumpuhan yang irreversible, biasanya pada tungkai. Di antara mereka yang lumpuh, 5-10 persen penderita meninggal ketika otot-otot pernapasannya berhenti bergerak.

Baca juga: Kemenkes Jelaskan Pentingnya Telehealth bagi Kesehatan di Masa Depan

Polio di Indonesia

Indonesia sempat menyatakan bebas polio pada 2014. Namun 10 Desember 2018, Indonesia melaporkan satu kasus circulating Vaccine Derived Polio Virus (cVDPV) di Papua. Kasus mulai sakit pada 26 November 2018 dan lumpuh tanggal 27 November.

Pemerintah lalu melakukan berbagai kegiatan penanggulangan. Mulai melakukan investigasi di tempat kasus untuk mencari kasus tambahan dan kontak kasus, melakukan surveilans polio lingkungan secara rutin, melakukan surveilans aktif di semua pelayanan kesehatan Provinsi Papua, serta melakukan pelaksanaan Outbreak Respond Immunization (ORI) tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya. Hingga saat ini tidak ditemukan lagi kasus polio tambahan di Indonesia.

Source: okezone
Trending News
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip