0
Thumbs Up
Thumbs Down

Punya Gigi Gingsul, Bahaya atau Tidak?

okezone
okezone - Sat, 14 Sep 2019 19:10
Viewed: 141
Punya Gigi Gingsul, Bahaya atau Tidak?

Tidak semua orang giginya tumbuh secara rapi dan teratur. Ada orang-orang yang giginya tumbuh berantakan, jarang-jarang, atau tumbuh tidak di tempat yang seharusnya seperti gigi gingsul. Terkadang kondisi-kondisi itu membuat orang yang mengalaminya menjadi tampil kurang percaya diri.

Namun sebagian besar orang yang memiliki gigi gingsul malah senang dengan kondisi itu. Sebab mereka, khususnya perempuan, menganggap gigi gingsul mempercantik wajahnya ketika senyum. Lantas, apa yang sebenarnya menyebabkan terjadinya gigi gingsul?

Menurut dokter spesialis gigi, drg. Diono Susilo, MPH, gigi gingsul terjadi karena faktor keturunan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak yang memiliki orangtua dengan ukuran tubuh tidak seimbang. Misal ayahnya bertubuh besar sedangkan ibunya bertubuh kecil, atau sebaliknya.

"Bisa dibayangkan ketika anaknya lahir ia memiliki rahang ibunya yang (ukuran) kecil. Tapi gigi yang tumbuh mengikuti gen dari ayahnya yang ukurannya besar-besar. Hal itu membuat tidak semua gigi mendapatkan tempat yang pas untuk tumbuh," jelas drg. Diono saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Jumat, 13 September 2019 di Jakarta.

Dirinya menambahkan, kondisi serupa bisa juga terjadi pada anak-anak yang tumbuh giginya jarang-jarang. Bisa jadi anak tersebut mewarisi ukuran rahang yang besar tapi gigi yang tumbuh ukurannya kecil. Beruntung kondisi-kondisi semacam ini bisa diatasi dengan cara melakukan pemasangan kawat gigi apabila mereka yang memilikinya merasa tidak nyaman.

"Perlu diingat jika gigi gingsul itu tidak berbahaya. Malah untuk sebagian orang, gigi gingsul dianggap bikin cantik. Tapi kalau sampai mengganggu pengunyahan, baru harus dilakukan tindakan," jelas drg. Diono.

Source: okezone
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip