0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pria Suka Mengenakan Pakaian Perempuan, Masalah Gender atau Seksualitas?

okezone
okezone - Tue, 12 Feb 2019 01:17
Viewed: 285
Pria Suka Mengenakan Pakaian Perempuan, Masalah Gender atau Seksualitas?

MASIH belum terbukanya masyarakat Indonesia mengenai gender dan seksualitas membuat makna di antara keduanya rancu. Bukan tanpa sebab, konstruksi sosial yang membuat hal ini masih dianggap tabu.

Beberapa orang bahkan tidak bisa membedakan kedua hal ini. Fakta mengejutkan lainnya adalah tak sedikit orang yang mengira kalau gender itu berkaitan dengan perempuan. Padahal hal itu sangat keliru.

Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan Herna Lestari menjelaskan, kekeliruan pemaknaan dua hal ini salah satunya karena ketidakterbukaan masyarakat terkait hal tersebut. Ya, kebanyakan masyarakat hanya tahu kalau manusia itu hanya perempuan dan laki-laki.

Baca Juga: Viral Curhatan Cewek Tentang Mantannya yang Minta Balikin Barang, Netizen Geregetan!

"Laki-laki dan perempuan inilah yang dinamakan seksualitas lahiriah," terang Herna dalam Workshop Jurnalis: Kesehatan Reproduksi Perempuan di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Nah, selain dua hal tersebut, Anda juga mesti tahu ada yang namanya gender dan ini biasanya terbentuk dari kesepakatan masyarakat dan kultur yang berkembang di dalamnya. Makna sederhana dari gender ini adalah tugas atau fungsi dari seksualitas itu sendiri.

Salah satu contoh pertanyaan yang mungkin masih rancu bagi Anda adalah; Ketika seorang pria mengenakan pakaian perempuan dan dia nyaman dengan hal tersebut, itu dinamakan gender atau seksualitas?

"Kalau kasusnya demikian, itu namanya gender. Sebab, bagaimana pun si laki-laki tetap lahir sebagai laki-laki dan dengan alat kelamin Mr P. Sedangkan, kesukaannya mengenakan pakaian perempuan, itulah yang dinamakan gender," paparnya.

Kemudian, tidak bisa dipungkiri kalau masyarakat kita memberikan cap-cap atau makna khusus pada warna. Misalnya saja ketika si bayi lahir ke dunia, kalau dia laki-laki, maka warna yang pas adalah biru. Sementara, jika bayinya perempuan maka warna yang pas adalah merah muda.

Padahal, sambung Herna, warna itu sendiri tidak memiliki makna tersebut. Masyarakat yang menciptakan pemaknaan itu.

Baca Juga: Kasus Murid Serang Guru, Benarkah Generasi Milenial Arogan?

"Maka, akan sangat aneh ketika anak laki-laki dipakaikan baju pink atau sebaliknya," ungkapnya.

Selain warna, alat bermain laki-laki dan perempuan pun kadang menjadi sasaran dari penafsiran gender ini. Ya, kalau anak laki-laki itu ada baiknya bermain mobil-mobilan dan sebisa mungkin jangan bermain boneka. Sebab, itu adalah permainan perempuan.

Konsep gender ini semakin dianggap aneh ketika seorang pria malah memilih mengurus rumah dan anak-anak. Di lain sisi, si istri yang mencari nafkah.

"Padahal, dalam kasus seperti ini, tidak salah kemudian suami istri menentukan sikap seperti itu. Tentu dengan catatan keduanya sama-sama setuju dengan tugasnya dan menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin," tambah Herna.

Source: okezone
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip