0
Thumbs Up
Thumbs Down

Penyebab Perempuan Lebih Rentan Depresi Selama Pandemi

okezone
okezone - Thu, 14 Oct 2021 08:00
Viewed: 127
Penyebab Perempuan Lebih Rentan Depresi Selama Pandemi

SEMUA orang pasti merasakan jenuh dan penatnya aktivitas sehari-hari karena tidak boleh keluar rumah akibat pandemi Covid-19. Tapi tahukah Anda tingkat depresi yang lebih tinggi dirasakan oleh para perempuan lho!

Dilansir dari Forbes, berdasarkan survei yang dilakukan oleh LeanIn.org, seperempat perempuan dari populasi mengaku merasa cemas yang berimbas pada detak jantung berdebar kencang. 52% lainnya perempuan mengatakan susah tidur di malam hari. Sedangkan, hanya 32% pria yang mengalami susah tidur namun tetap akhirnya tertidur lelap.

Dalam sebuah diskusi terbuka untuk membahas hasil survei tersebut. Para pendiri LeanIn.org, Sheryl Sandberg dan Rachel Thomas mengungkapkan bahwa pekerjaan tambahan selama pandemi menjadi salah satu penyebab depresi pada perempuan.

Sebelum adanya pandemi saja pekerjaan perempuan sudah cukup membuat depresi, para perempuan yang bekerja harus melakukan "double shift" atau waktu kerja ganda dimana pagi sampai siang mereka bekerja. Lalu sesampainya di rumah mereka masih harus melakukan pekerjaan domestik (masak, mencuci,dll). Belum lagi, jika mereka adalah seorang Ibu, maka pekerjaannya akan bertambah bukan? Tak ada waktu untuk istirahat, mereka harus segera mengurus anak.

Baca Juga : Depresi Meningkat Selama Pandemi, Mayoritas Didominasi Perempuan

Nah jika konteksnya semasa pandemi, maka rasanya perempuan itu bekerja tanpa henti. Semua pekerjaan digabung menjadi satu di rumah dan harus dilalui setiap hari. Ditambah jika ada keluarga yang terkena Covid, hal itu akan menjadi pekerjaan tambahan yang harus diurusnya. Bukan lagi "double shift" namun menjadi "double double shift", makanwajar jika perempuan merasa lelah dan burn out karena segudang pekerjaannya.

"Saya setuju bahwa pekerjaan tambahan itu menjadi faktor penyebab yang signifikan. Siapapun yang mengasuh anak di rumah sebagian besar rentan mengalami kecemasan dan tingkat stres yang jauh lebih besar. Tetapi sebenarnya jika pria yang berperan mengasuh anak pun akan merasakan hal yang serupa," ujar Dr. Melisa Robichaud seorang psikolog dan penulis buku tentang kecemasan.

Ia juga mengatakan bahwa selain adanya campur tangan dari penambahan shift kerja yang dirasakan perempuan. Pandemi ini cukup memicu stres, depresi dan rasa cemas.

"Hal ini karena tidak ada dari kita yang tahu apa yang akan terjadi, kapan atau apakah semuanya akan kembali normal. Studi membuktikan, perempuan pada dasarnya memang makhluk yang mudah mengalami cemas, stres dan depresi dalam hidupnya," jelas Dr Melisa Robichaud.

Source: okezone
Trending News
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip