0
Thumbs Up
Thumbs Down

Menentang Stigma, Cerita Jeffrey Donor Sperma

okezone
okezone - Fri, 24 Jan 2020 19:30
Viewed: 56

MANTAN donor sperma, Jeffrey Ingold, dari London, mengatakan kepada BBC bahwa ia percaya bahwa mengizinkan donasi sperma setelah kematian dapat meyakinkan lebih banyak pria untuk donor sperma.

"Saya tidak melihat bagaimana memperkenalkan sistem, yang membuat donor sperma mirip dengan donasi organ, bisa membawa hal yang buruk," katanya. "Bagi saya, menyumbangkan sperma bukan tentang gen saya sendiri atau semacamnya, tapi itu tentang membantu teman yang membutuhkan.

"Saya juga berpikir bahwa proses semacam ini mungkin dapat mengatasi stigma atau ide-ide yang sebelumnya sudah terbentuk tentang donasi sperma."

Dia menambahkan: "Jika orang tahu lebih banyak tentang proses itu dan dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang apakah mereka akan menjadi donor sperma, saya pikir kita akan melihat lebih banyak orang memilih untuk melakukannya."

Namun, Prof Allan Pacey, profesor andrologi di Universitas Sheffield, berpendapat itu akan menjadi "langkah mundur" dalam proses donasi.

"Saya lebih memilih menginvestasikan energi untuk mencoba merekrut donor yang lebih muda, sehat, dan bersedia yang memiliki peluang bagus untuk hidup ketika anak yang dikandung berkat donor sperma itu mulai ingin tahu tentang sang donor. Anak-anak itu juga akan memiliki kesempatan untuk melakukan kontak dengan mereka tanpa bantuan seorang spiritualis,". ujar Prof Allan Pacey.

Source: okezone
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip