0
Thumbs Up
Thumbs Down

Larangan Bukan Solusi, Pemerintah Sebaiknya Bikin Regulasi Penggunaan Vape

okezone
okezone - Tue, 19 Nov 2019 18:17
Viewed: 49
Larangan Bukan Solusi, Pemerintah Sebaiknya Bikin Regulasi Penggunaan Vape

JAKARTA - Paguyuban Asosiasi Vape Nasional menolak rencana pemerintah untuk melarang penggunaan rokok elektrik dan vape di Indonesia. Paguyuban ini menaungi tiga asosiasi, yakni Asosiasi Vapers Indonesia (AVI), Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), dan Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (Appnindo).

"Poinnya adalah bukan pelarangan tapi pengaturan. Kita mendukung pemerintah membuat peraturan mengenai penggunaan vape, yang menguntungkan pengguna dan juga pengusaha," ujar Ketua APVI Aryo Andriyanto di Jakarta.

Menurutnya, pelarangan penggunaan vape bukan solusi. Dikhawatirkan justru akan terjadi peredaran secara ilegal, yang akhirnya kandungan serta sasaran market vape tidak terkontrol. Padahal, selama ini sudah ada kode etik di antara para pengusaha vape yang mengatur penggunaan dan pemasaran vape di Indonesia.

"Kode etiknya ada. Pertama tidak boleh menjual vape pada penderita AIDS; mengakui vape tidak 100 persen aman tapi ini lebih baik dari rokok konvensional. Kemudian kebenaran dalam kemasan yakni menyampaikan sebenarnya kandungan dalam vape lewat informasi di kemasan; bersama-sama menjaga dari masuknya narkoba; tidak melakukan promosi ke anak di bawah umur; dan yang terakhir industri vape hanya menyasar perokok," tegas Aryo.

Pelarangan vape juga dikhawatirkan mengganggu perekonomian di Tanah Air. Cukai vape nilai mencapai Rp700 miliar tahun lalu dan itu terancam hilang. Di samping itu, ada puluhan ribu orang menggantungkan hidup di industri ini. "Coba bayangkan efeknya, akan berapa banyak orang yang jadi pengangguran," terang Aryo.

Sementara itu, Ketua Appnindo Syaiful Hayat menyebut perlu kajian mendalam dalam menelurkan aturan tentang penggunaan rokok elektrik dan vape. Pihaknya bahkan siap memfasilitasi pengumpulan data dengan riset dan tenaga ahli.

Syaiful Hayat pun mendorong pemerintah belajar dari negara-negara lain yang berani mendukung keberadaan vape dan rokok elektrik untuk mengurangi penggunaan rokok konvensional. "Kita bisa belajar dari Inggris yang punya rekam jejak, di mana vape mampu menurunkan angka prevalansi perokok. Bahkan ada dua rumah sakit di Inggris yang membuka toko vape, yaitu Sandwell General Hospital dan Birmingham City Hospital. Rumah-rumah sakit ini dikelola pemerintah Inggris lho," ujarnya.

Source: okezone
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip