0
Thumbs Up
Thumbs Down

Kenali Gejala dan Penyebab Sirosis Hati

okezone
okezone - Sat, 01 May 2021 10:41
Viewed: 159
Kenali Gejala dan Penyebab Sirosis Hati

Penyakit sirosis hati atau kerusakan hati menahun karena fibrosis hati merupakan penyakit yang mengerikan. Selain tidak memiliki gejala yang khas pada stadium awal, tetapi memiliki risiko kematian yang tinggi pada stadium lanjut yaitu pada stadium dekompensasi.

Satu-satunya langkah yang efektif untuk mencegah sirosis hati adalah melakukan deteksi awal penyakit hati. Lalu bagaimana cara mengenali gejala sirosis dan penyebabnya?

Sirosis hati secara perlahan akan mengakibatkan menurunnya fungsi hati dan meningkatkan tekanan vena portal. Hal ini berjalan bertahun-tahun tanpa memberikan gejala dan tanda klinis yang tidak kita sadari. Namun perkembangan ini dapat kita hambat atau hentikan bila penyebabnya diobati.

Dokter Agus Sudiro Waspodo Sp. PD - KGEH dari Siloam Hospital Asri mengatakan, penyebab sirosis hati dapat diketahui melalui deteksi awal melalui pemeriksaan klinis dan laboratoris.

"Gejala khusus yang harus diketahui yaitu ketika penderita sirosis kerap mengalami mual, muntah secara kontinyu, lemas dan mengalami penurunan nafsu makan," ujar Dokter Agus, Sabtu, (1/5/2021).

Gejala khusus lainnya, terang Dokter Agus, adalah timbulnya rasa tidak nyaman di daerah perut sebelah kanan bagian atas. Bagian mata yang berwarna putih menjadi menguning dan atau muntah darah.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastro Enterologi Hepatologi ini sangat menyarankan agar masyarakat segera melakukan deteksi dini pada organ hati, karna merupakan langkah efektif guna mengetahui ada tidaknya potensi sirosis pada organ hati.

"Terlebih jika Anda rutin mengkonsumsi cairan beralkohol, memiliki berat badan berlebih atau pernah terinfeksi virus Hepatitis," ungkap Dokter Agus.

Dokter Agus menjelaskan, melalui deteksi dini, dokter dapat menentukan seseorang menderita sirosis. Melalui perubahan pada tubuh pasien. Namun untuk lebih memastikannya, dokter akan menjalankan tes darah, uji pencitraan, atau mengambil sampel jaringan dari hati.

"Dari deteksi dini tersebut, akan diketahui. Jika diperlukan pengobatan sirosis bertujuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan meredakan gejala yang timbul," terang Dokter Agus.

Apabila organ hati sudah tidak bisa berfungsi, penderita perlu menjalani transplantasi hati, yaitu mengganti organ hati yang rusak dengan organ hati yang sehat dari pendonor.

Source: okezone
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip