0
Thumbs Up
Thumbs Down

Interstella 555, Anime dengan Narasi Lagu Daft Punk yang Baru Saja Bubar

Japanese STATION
Japanese STATION - Tue, 23 Feb 2021 14:57
Viewed: 118
Interstella 555, Anime dengan Narasi Lagu Daft Punk yang Baru Saja Bubar

Dunia hiburan dikejutkan dengan berita bubarnya Daft Punk, duo musik elektronik asal Perancis yang identik dengan helm robotnya ini. Ya, melalui sebuah video berdurasi 8 menit berjudul “Epilogue,” duo beranggotakan Thomas Bangalter dam Guy-Manuel de Homem Christo  ini mengumumkan perpisahan mereka pada para penggemarnya setelah 28 tahun berkarya.

Setelah Daft Punk dibentuk pada tahun 1993 silam, duo ini telah menghasilkan berbagai karya hebat, seperti album landmark mereka, Homework yang dirilis pada tahun 1997, Discovery pada tahun 2001 dan berbagai single terkenal seperti “Around the World” dan “One More Time.” Dan gak cuma itu, salah satu hal yang membuat karir Daft Punk makin melejit adalah film anime berjudul  Interstella 5555: The 5tory of the 5ecret 5tar 5ystem. Anime yang dirilis pada tahun 2003 ini memiliki jalan cerita yang dikisahkan melalui album mereka, Discovery, bekerja sama dengan studio animasi legendaris Jepang Toei Animation dan mangaka Leiji Matsumoto.

Nah, kira-kira begini sinopsisnya!

Cerita dalam anime ini dimulai di sebuah galaksi paralel di mana 4 musisi berkulit biru tambil menghibur para penonton dengan lagu, "One More Time.” Setelah lagu berakhir, tiba-tiba sekelompok praujurit humanoid misterius muncul dan melumpuhkan semua orang dengan gas dan menculik keempat musisi lalu memabwa mereka ke sebuah pesawat luar angkasa besar dengan iringan lagu “Aerodynamic.”

Sebuah sinyal pun ditangkap ileh sebuah pesawat yang dikemudikan oleh seseorang bernama Shep. Setelah menerima sinyal itu, Shep bertekad untuk menyelamatkan para anggota band dan langsung mengejar para penculik. Selama kejar-mengejar, Shep dan pesawat milik penculik melewati berbagai wormhole di angkasa hingga  akhirnya mendarat di Bumi. Sesampainya di sana, penculik dengan cepat membawa member band pergi saat sebuah sosok misterius menyaksikan kegiatan mereka dari jauh. Sementara itu, Shep dan pesawatnya jatuh dan menabrak hutan lebat. Dalam scene ini, ada lagu  “Digital Love!”

Kembali ke para member band. Mereka dibuat menyerupai manusia biasa dengan mengubah warna kulit mereka dan memorinya pun diganti sementara ingatan asli mereka disumpan dalam CD. Mereka juga ditanami oleh alat mind control (lagu "Harder, Better, Faster, Stronger"). Band yang kini bernama Crescendolls tersebut memproduksi single hit mereka, "One More Time." Nama-nama para ptotagonis pun akhirnya dibeberkan: Stella (Bass guitarist), Arpegius (Guitarist), Baryl (Drummer), and Octave (Keyboardist/vocalist). Hanya beberapa saat saja, The Crescendolls  pun menjadi fenomena mendunia (lagu "Crescendolls"). Namun, ketenaran mereka memiliki dampak negatif karena member yang lelah tetap dipaksa untuk menandatangani berbagai kontrak. Saat hal itu terjadi,  Shep berjalan di malam hari dan menyaksikan apa yang para penjahat itu lakukan pada idolanya (lagu "Nightvision" muncul di scene ini).

Tentu saja cerita belum selesai, tapi gak seru kan kalau dibocorkan sampai tamat? Nah, selain lagu-lagu yang disebutkan di atas, masih ada berbagai lagu milik Daft Punk lain seperti "Superheroes,” "High Life,” "Something About Us,” "Voyager,” "Veridis Quo,” "Short Circuit," "Face to Face,” dan "Too Long.” Lagu "Aerodynamic"  versi remix pun terdengar di penghujung film, mengiringi credit di layar.

Daft Punk (ABC News)

Kepopuleran Daft Punk Duo sempat menurun pada tahun 2000-an, membuat sedikit penampilan publik dan lebih sedikit wawancara. Mereka juga menghentikan produksi album lanjutan setelah Human After All pada tahun 2005, meeski Daft Punk tetap relevan.

Mereka juga melisensi "Harder, Better, Faster, Stronger" bagi rapper Kanye West pada tahun 2007 dan sempat tampil untuk Coachella Music Festival. Mereka juga memproduksi musik film pertama mereka dengan soundtrack Tron: Legacy pada tahun 2010.

Pada 2013, Daft Punk merilis Random Access Memories, sebuah album yang didedikasikan untuk instrumentasi live dan akar musik funk dan disko Amerika. Sayangnya, album ini akan menjadi album terakhir mereka setelah Daft Punk bubar.

Sumber:

The Verge

OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip