0
Thumbs Up
Thumbs Down

Dua Kebijakan Ini Jadi Kunci Kemenpar Tarik Kunjungan Wisman

okezone
okezone - Thu, 06 Dec 2018 22:15
Viewed: 231

INDONESIA menargetkan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019. Dalam ajang Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2019 yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) dan didukung oleh Kementerian Pariwisata, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan dua kunci untuk mewujudkan target tersebut.

Dalam pidatonya, Arief Yahya menyebut ada dua kebijakan yang menjadi fokus untuk menarik wisman dan investor ke Tanah Air, yakni "ease of entering Indonesia" dan "ease of doing business" (FDI).

"Ada tiga hal yang dilakukan pemerintah untuk kemudahan masuk ke Indonesia yakni kebijakan bebas visa, menyederhanakan aturan bagi masuknya kapal pesiar asing atau yacht, dan mencabut asas cabotage untuk cruise asing," ujar Arief di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada 27 November lalu.

(Baca Juga:Bukan Tokyo atau Singapura, Sekarang Shanghai Jadi Kota Termahal & Termewah di Asia!)

Selain dua kebijakan tersebut, dalam ITO 2019 yang mengambil tema "Deregulation In Cyber Tourism Era" itu, Arief juga mengatakan pihaknya akan menerapkan strategi pemasaran yang tepat untuk menyasar segmen pariwisata milenial dan menerapkan promosi yang selalu go digital. Termasuk mengembangkan nomadic tourism yang lebih ramah untuk traveler milenial.

Dalam kesempatan yang sama, Destination Marketing North Asia TripAdvisor Gary Cheng mengatakan Indonesia masuk peringkat keempat di antara 25 destinasi top dunia bahkan nomor satu top destinasi di Asia versi TripAdvisor.

"Wisatawan melakukan perjalanan berdasarkan search juga menunjukkan misalnya untuk wisatawan Eropa lebih banyak memilih Thailand kemudian Indonesia, wisatawan Amerika memilih Jepang, China, dan Indonesia, wisatawan Timur Tengah memilih Thailand, Filipina, dan Indonesia. Sementara wisatawan Asia memilih Jepang dan Indonesia," katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia menjadi preferensi bagi banyak wisatawan dari berbagai belahan dunia sehingga potensi dan peluang tersebut perlu dioptimalkan tahun depan terutama pada segmen milenial yang menyukai destinasi yang otentik dan penuh petualangan.

(Baca Juga:Menakjubkan, Begini Wujud Replika Bahtera Nuh yang Habiskan Biaya Rp23 Miliar)

Sementara itu, GM Regional Business Development SEA Baidu.com Yu Yen-Te mengatakan pihaknya memiliki teknologi "artificial intelegence" termasuk untuk "face recognation system" yang bisa membedakan gender, usia, dan keaslian foto untuk menjaring informasi mengenai wisatawan.

"Kami mendapati di China dengan pasar 351 juta netizen top 5 destinasinya dua tertinggi adalah Bali dan Phuket," katanya,

Ia menyarankan agar pariwisata Indonesia melihat segmen atau pasar China berdasarkan musim bepergian untuk mendapatkan kualitas turis yang lebih besar di antaranya saat tahun baru China. Sebab saat itulah masyarakat China mendapatkan bonus akhir tahun yang besar yang banyak dialokasikan untuk liburan awal tahun.

Ia juga menekankan semakin besarnya angka Free Independent Traveller (FIT) dan female traveller pada tahun depan yang banyak menggunakan fasilitas online termasuk dalam bertransaksi.

Merespon hal itu, Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan pada 2019 Indonesia menggelar pesta demokrasi sehingga sedikit banyaknya tahun politik akan berdampak kepada sektor pariwisata. Kerentanan pariwisata terhadap isu sektor keamanan dan stabilitas ekonomi menjadi salah satu penyebab utama.

"Ini menunjukkan bahwa pariwisata tidak berdiri sendiri dan diperlukan kerja sama pentahelix dari seluruh pihak di Indonesia untuk membangun pariwisata maju," katanya.

Source: okezone
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip