0
Thumbs Up
Thumbs Down

Benarkah Covid-19 Tidak Bisa Hilang Sepenuhnya? Ini Penjelasan Ahli

okezone
okezone - Mon, 26 Jul 2021 07:55
Viewed: 76
Benarkah Covid-19 Tidak Bisa Hilang Sepenuhnya? Ini Penjelasan Ahli

WABAH penyakit covid-19 telah menginfeksi lebih dari 180 juta orang. Kemudian menyebabkan 4 juta orang meninggal dunia secara global setelah diumumkan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ada harapan besar vaksinasi covid-19 bisa mengubah dunia menjadi normal seperti sedia kala, melonggarkan segala pembatasan yang telah membentuk kehidupan manusia selama 16 bulan belakangan.

Di sisi lain, para ilmuwan makin yakin bahwa virus corona tidak akan hilang dalam waktu dekat. Pada Januari lalu, sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Nature bertanya kepada 100 orang imunolog, virolog, dan pakar kesehatan dari seluruh dunia apakah Sars-Cov-2 bisa dimusnahkan.

Nyaris 90 persen dari responden menjawab 'tidak'. Ada bukti, kata mereka, bahwa virus corona akan menjadi endemi dan akan terus bersirkulasi di sejumlah tempat di dunia.

Ini bukan hal tak biasa menyangkut perjuangan manusia melawan penyakit, namun virus corona terbukti telah membuat tantangan tersendiri bagi manusia.

Jadi, bagaimana para ilmuwan memprediksi kehidupan manusia dengan covid-19 di tahun-tahun mendatang?

Baca juga: Waspadai Long Covid-19, Tubuh Belum Fit meski Sudah Sembuh

Mengapa kita tak bisa segera menyingkirkan covid-19?

Menghapuskan penyakit menular bukan sesuatu yang biasa dilakukan setiap hari. Sama sekali tidak. Faktanya, hingga hari ini WHO mengumumkan hanya dua penyakit yang disebarkan virus telah dihapuskan secara resmi, cacar dan sampar sapi.

Hanya cacar -penyakit kuno yang telah menyebar sebagai epidemi sepanjang sejarah manusia dan menyebabkan nyaris 500 juta kematian di abad ke-20 hingga penghapusannya pada 1980-an- yang mirip dengan covid-19 dalam hal penyebaran geografis.

Sejumlah keadaan unik membantu penghapusan cacar, sebagian besarnya melalui perkembangan vaksin yang memotong penyebaran virus cacar. Sayangnya, vaksin-vaksin covid-19 yang telah dikembangkan sejauh ini belum bisa memberikan efek sama.

"Vaksin-vaksin yang kita miliki saat ini, dalam beberapa keadaan, tidak mencegah penularan. Mereka hanya mengubah infeksi dan membuat penyakitnya lebih tak berbahaya. Orang-orang yang sudah divaksin masih dapat menularkan virus ini ke orang lain," kata David Heyman, profesor epidemiologi dan penyakit menular di London School of Health and Tropical Medicine, seperti dikutip dari BBC, Senin (26/7/2021).

Paul Hunter, professor of medicine di University of East Anglia, Inggris, menganalisis lebih lanjut. Dia meyakini vaksin-vaksin yang ada sekarang tidak akan mencegah manusia terinfeksi covid-19 di masa depan.

"Covid tidak akan pernah hilang," dia mengantisipasi.

"Tidak dapat dihindari, kita akan tertular covid beberapa kali dalam hidup, terlepas dari apakah kita sudah divaksin atau belum."

Baca juga: Manfaat Rutin Minum Air Hangat, Cegah Pilek hingga Lancarkan Pencernaan

Jadi, apa yang akan terjadi pada virus corona?

Profesor Heymann adalah satu dari banyak ahli yang meyakini covid-19 akan menjadi penyakit endemik, artinya virus akan terus menyebar di sejumlah tempat dan populasi dunia untuk bertahun-tahun ke depan.

Ini bukan hal baru. Virus flu dan empat jenis virus corona lain yang menyebabkan flu biasa, misalnya, juga endemik. WHO memperkirakan sekitar 290.000 hingga 650.000 orang di seluruh dunia meninggal dunia karena penyakit yang terkait dengan flu setiap tahun.

Tetapi penyakit-penyakit ini sudah bisa ditangani, dengan korban kematian yang bisa dikalkulasi.

Para ilmuwan menduga - dan para politisi berharap - Covid-19 akan serupa.

Dalam skenario ini, virus Covid-19 akan terus ada tapi orang-orang telah mengembangkan semacam imunitas melalui vaksinasi dan infeksi alamiah.

Dengan begitu, kasus-kasus berat karena Covid-19 akan menjadi lebih sedikit, dan tingkat pelayanan rumah sakit juga tingkat kematian tidak akan setinggi sekarang.

Permasalahannya, hingga saat ini kita masih belum tahu apakah Covid-19 akan seperti itu. Professor Heymann menyebut Covid-19 sebagai "virus yang sangat tidak stabil".

"Saat virus ini berduplikasi di dalam sel-sel manusia, virus bermutasi dari waktu ke waktu. Dan beberapa mutasi yang dihasilkannya menyebabkan kekhawatiran."

Tapi Heymann juga berkata kekhawatiran akan Covid-19 bisa berkurang seiring waktu dengan cara-cara lain.

"Virus juga bisa berkurang virulensi [keparahannya], baik karena mutasi atau karena sebagian besar populasi telah divaksin."

Source: okezone
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip