0
Thumbs Up
Thumbs Down

6 Penyebab Keanekaragaman Hayati Semakin Hilang

okezone
okezone - Sun, 24 May 2020 00:49
Viewed: 68
6 Penyebab Keanekaragaman Hayati Semakin Hilang

SETIAP 22 Mei diperingati sebagai Hari Keanekaragaman Hayati Dunia. Sudah sepatutnya kita menjaga kelestariannya dengan berbagai cara.

Data WWF dalam rentang waktu 1970 sampai dengan 2014, lebih dari 60% populasi mamalia, burung, ikan, dan reptil telah lenyap. Salah satu faktornya adalah pola makan dengan produk hewani.

Juru Kampanye Perlindungan Hewan dari Sinergia Animal Diah Pitaloka mengatakan, ketidakseimbangan ini bukan hanya beresiko membahayakan hewan. Berkurangnya ekosistem alami juga berpengaruh pada ancaman kehidupan manusia di bumi,

"Hewan dan tumbuhan berperan penting dalam mengatur bumi yang kita tinggali melalui suhu, iklim, dan penyerbukan," ungkap Dian.

Dia juga menjelaskan berbagai langkah yang mengakibatkan kurangnya populasi keanekaragaman hayati di dunia. Berikut ulasannya yang dirangkum Okezone.

Mencegah hilangnya habitat


Berdasarkan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), 80% lahan pertanian di dunia digunakan untuk hewan ternak. Hal ini menyebabkan kerusakan yang signfikan terhadap hutan hujan, yang membahayakan satwa liar yang menjadi salah satu penyebab utama deforestasi di Hutan Amazon di Brazil dan Hutan Cerrado.

"Indonesia mengimpor kedelai dari Brazil untuk diberi makan ke hewan ternak. Saat kita mengurangi konsumsi produk daging, kita mengurangi permintaan jenis produk tersebut sehingga mengurangi beban lahan yang dipakai. Produksi sayur-sayuran untuk konsumsi manusia membutuhkan lahan yang jauh lebih sedikit," jelas Dian.

Source: okezone
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip