0
Thumbs Up
Thumbs Down

4 Dampak Negatif Hukuman Pukul Pantat bagi Anak-Anak

okezone
okezone - Thu, 02 May 2019 10:02
Viewed: 262

MENDIDIK anak memang membutuhkan kesabaran, terutama saat dia berbuat nakal. Tidak jarang orangtua mendisiplinkan anak dengan hukuman fisik, seperti memukul pantat anak, namun apakah ini hal yang wajar? Apa dampaknya jika orangtua sering memukul bokong anak?

Memukul pantat anak adalah hukuman fisik yang sepertinya sudah turun-temurun dipraktikkan oleh banyak orangtua untuk mendisiplinkan anak. Lauren M. O'Donnell, PsyD, seorang psikolog anak di Kids Health menuturkan pendapatnya mengenai hal ini.

Menurutnya, mendisiplinkan anak dengan memukul bokong anak bukanlah tindakan yang efektif. Studi yang dilakukan oleh American Academy of Pediatric (APA) pun menunjukkan hal yang sama.

Baca Juga: Gantengnya Jokowi Masa Muda, Netizen: Pantes Bu Iriana Diajak Makan Bakso Langsung Mau!

Alih-alih membuat anak merasa jera dengan kenakalannya, memberi hukuman fisik, seperti pukulan, malah akan berdampak negatif pada kehidupan anak. Tidak hanya kesehatan fisik, tapi juga kondisi kejiwaan anak ketika dia bertambah dewasa.

Bukan hanya itu, semakin sering orangtua melakukan pemukulan, tingkat hukuman akan semakin bertambah parah. Akibatnya, tindakan ini bisa berujung pada kasus kekerasan pada anak.

Sebagian besar orangtua mungkin setuju bahwa memberi pukulan bukanlah tindakan yang tepat untuk mendisiplinkan anak, namun ada pula yang masih menerapkan cara ini dengan harapan anak menjadi lebih baik.

Padahal, memukul pantat anak bukanlah tindakan yang efektif untuk mendisiplinkan anak ketika berbuat salah. Pasalnya, ada banyak dampak negatif yang mungkin terjadi pada anak jika ia sering dipukul bokongnya, seperti:

Baca Juga: Operasi Plastik Perut Six Pack Mulai Digandrungi Pria di Bangkok


1. Mengajarkan anak untuk berperilaku demikian

Ingat pepatah, "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya"? Ya, pepatah ini bisa menggambarkan bagaimana efek pengasuhan orangtua akan berdampak pada kehidupan anak kelak.

Bila orangtua sering memberi hukuman fisik, seperti menampar atau memukul anak, kelak sang anak juga akan berlaku demikian di masa depan.

2. Anak menjadi lebih agresif

Anak-anak yang sering mendapatkan hukuman dengan dipukul pantatnya, cenderung mengembangkan sikap yang agresif.

Misalnya, ketika merasa marah, sedih, merasa kesal, dan tidak puas, ia bisa saja memukul teman atau orang lain yang berada di sekitarnya untuk melampiaskan emosinya.

Selain menjadi lebih agresif, anak-anak yang dibesarkan dengan penerapan hukuman fisik lebih rentan mengalami masalah kejiwaan di kemudian hari.

Source: okezone
OUR PARTNERS
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip