0
Thumbs Up
Thumbs Down

Waspada Dampak Polusi Udara Jakarta, Ini Tips Jaga Kesehatan Paru

okezone
okezone - Thu, 08 Aug 2019 19:30
Dilihat: 129
Waspada Dampak Polusi Udara Jakarta, Ini Tips Jaga Kesehatan Paru

Jakarta tercatat sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia pada Kamis, 1 Agustus lalu. Musim kemarau berkepanjangan, peningkatan emisi gas buang industri, kendaraan bermotor, dan pembangkit listrik ditengarai menjadi penyebab utamanya. Polusi udara dan kabut asap akan berdampak buruk bagi kesehatan, dengan dampak yang akan terasa dalam jangka pendek, maupun jangka panjang.

Polusi udara adalah campuran partikel dan gas dari bahan alami dan buatan manusia di udara yang kita hirup, yang dapat mencapai konsentrasi berbahaya, baik di luar maupun di dalam ruangan. Polutan udara luar ruangan yang paling banyak ditemukan di daerah perkotaan yaitu particullate matter (PM), nitrogen dioksida (NO2), ozon (O3), dan sulfur dioksida (SO2).

Sumber polusi udara dapat berasal dari proses alam (kebakaran hutan, erupsi gunung berapi, badai dan lainnya), sektor transportasi (gas buang kendaraan, debu di jalan raya), sektor industri (pembakaran bahan bakar, proses industri, dan lainnya) dan sektor rumah tangga (pembakaran biomas, asap rokok, dan lainnya).

Kadar polusi udara di kota Jakarta cukup bervariasi dari satu titik ke titik lain; dari satu waktu ke waktu lainnya. Angka kadar polusi tersebut tergantung beberapa faktor, di antaranya: besarnya sumber polutan di daerah tersebut, arah angin, kecepatan angin, dan lain-lain.

Kualitas udara di suatu titik atau wilayah, apabila dilihat berdasarkan nilai Air Quality Index, dapat berada antara kualitas baik (<50), sedang (51-100), kurang sehat (101-150), tidak sehat (151-200), sangat tidak sehat (201-300) dan berbahaya (>300). Pada satu waktu tertentu bisa berada pada AQI baik (< 50) dan bisa juga pada AQI yang buruk (>150).

Penting bagi masyarakat untuk mengetahui kadar AQI saat bermaksud beraktivitas ke luar rumah. Pada saat AQI berkisar antara 100-150 maka kelompok sensitif sudah harus waspada dan jika angkanya (>150) semua kelompok masyarakat harus waspada.

Ada beberapa hal yang harus jadi perhatian. Aplikasi AirVisual mencatat, pada pagi hari 25/6/19, nilai air quality index (AQI) di Jakarta sangat mengkhawatirkan, karena mencapai angka 240. Padahal batas maksimal udara berkualitas baik dan bersih maksimal hanya 50 saja.

Menurut dr. Feni Fitriani Taufik, Sp. P (K), M.Ked selaku dokter spesialis paru dan pernapasan konsultan paru kerja dan lingkungan RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dampak polusi udara sangat berbahaya terhadap kesehatan paru-paru. Sebagai organ pernapasan paling akhir, paru-paru menjadi tempat bersarangnya partikel-partikel sangat kecil dan berbahaya yang terkandung dalam polusi udara.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip