0
Thumbs Up
Thumbs Down

Sustainable Fashion Diharap Penuhi Pasar Mode Indonesia di Masa Depan

okezone
okezone - Mon, 22 Apr 2019 22:32
Dilihat: 225

Tahukah kamu bahwa pakaian yang sekarang sedang kamu gunakan tersebut telah melewati proses yang panjang? Ya, dibalik glamornya industri mode, ternyata industri mode adalah industri yang paling mencemari lingkungan kedua setelah minyak.

Akibat dari pesatnya perkembangan tren fesyen yang membuat banyak sekali pakaian secara cepat dan masal ini, akhirnya lingkunganlah yang menjadi taruhannya. Maka dari itu, muncullah istilah "Sustainable Fashion" di kalangan para perancang mode Indonesia.

Sustainable Fashion sendiri adalah sebuah konsep yang mengedepankan kualitas dan tentunya produksi yang ramah lingkungan. Selain itu, tujuan untuk pakaiannya sendiri agar bisa memproduksi banyak dan bermacam-macam. Hal ini tentunya bisa sangat membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

"Kita ingin mengedukasi konsumen Indonesia bahwa Sustainable Fashion ini adalah masa depan fashion Indonesia untuk bersaing dengan brand-brand luar. Dengan desainer mulai memproduksi pakaian yang Sustainable, diharapkan konsumen juga mengerti untuk membeli produk yang Made In Indonesia.", ujar Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber saat ditemui di acara Press Conference Muslim Fashion Festival 2019, Senin (22/4/2019).

Selain itu, Ali juga menyayangkan keluhan kebanyakan orang Indonesia yang enggan membeli produk Made In Indonesia, dikarenakan harganya cenderung lebih mahal dibandingkan dengan produk pakaian yang diimpor dari luar.

"Sebenarnya, kita kan tidak tahu histori dari pakaian (yang diimpor) itu seperti apa. Mungkin bahannya apa juga kita tidak tahu terus pengerjaannya seperti apa. Nah, kalau di Indonesia kan benar-benar dikerjakan oleh kita sendiri, jadi inilah yang kita sebut sebagai Sustainable.", tambahnya.

Di Indonesia, sudah banyak desainer yang menerapkan konsep Sustainable Fashion ini. Seperti "zero ways pattern" sudah banyak diterapkan, ini adalah mengurangi sedikit pembuangan bahan. Seperti bahan yang tadinya harus dipotong, jadi dikemas dengan cara yang lebih sederhana dan tidak perlu ada proses pemotongan.

Selain desainer, konsumen Indonesia diharapkan mulai membeli produk-produk yang memakai serat alam. Karena pakaian yang menggunakan serat alam ini lama kelamaan mampu terurai dengan sendirinya ketika sudah tidak dikenakan lagi.

Untuk menerapkan Sustainable Fashion ini, konsumen juga diharapkan untuk mengerti bahwa baju tidak selalu harus diganti terus-menerus. Dengan mengenakan baju yang masih layak dipakai sebagai semestinya, akan mengurangi sampah pakaian di Indonesia.

Kendala agar konsumen melek dengan konsep Sustainable Fashion ini masih menjadi permasalahan, namun Ali mengatakan bahwa pengetahuanlah yang diperlukan oleh para konsumen Indonesia untuk bisa menerapkan gaya hidup Sustainable ini.

"Pengetahuan tentang Sustainable, manfaatnya apa, itu yang mereka belum tahu sebenarnya. Seiring berjalannya waktu dan jika konsep ini sering dibicarakan, akan membuat orang tertarik pula untuk mengikutinya. Jadi, istilahnya kayak ngikutin tren yang ternyata selain oke juga baik untuk lingkungan," tutupnya.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip