0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pengantaran Wisman Gili Dituntaskan

inilahcom
inilahcom - Wed, 08 Aug 2018 11:00
Dilihat: 86
Pengantaran Wisman Gili Dituntaskan

INILAHCOM, Lombok - Upaya mengantarkan wisatawan dari Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno tuntas. Itulah komitmen bersama, Menpar Arief Yahya, Menhub Budi Karya Sumadi dan Kabasarnas Marskal Muda TNI M Syaugi .

"Iya, betul. Pengantaran para wisatawan dari Gili ke Pulau Lombok diharapkan dapat dituntaskan hari ini. Harap bersabar ya, beberapa kapal dengan ukuran cukup besar mulai mendekat Gili," jelas Menpar Arief Yahya yang terus memantau dari Jakarta, kemarin.

Bagaimana dampak gempa bagi pariwisata Lombok dan Bali? Angkanya belum dapat diprediksi, karena masih fokus pada proses pengantaran wisatawan dan memastikan 3A, akses, amenitas, atraksinya beres semua.

"Namun, kalau dari pengalaman bencana erupsi Gunung Agung tahun lalu, dampaknya sekitar 1 juta wisman yang membatalkan kunjungan ke Indonesia, maka dampak bencana gempa Lombok ini diperkirakan 100 ribu wisman yang akan membatalkan kunjungan ke Indonesia," ujar Menpar Arief.

Cara menghitungnya adalah, jumlah wisman di Bali dibandingkan dengan di Lombok adalah 5 dibanding 1. Lalu durasi bencana Bali dan Lombok sekitar 2 dibanding 1. "Jadi dampak bencana gempa Lombok sekitar 1/10 atau 10 persen dari dampak bencana erupsi Gunung Agung Bali yang jumlahnya 1 juta atau sekitar 100 ribu," jelas Arief Yahya lagi.

Banyak juga yang menanyakan, berapa banyak wisatawan yang keluar atau diungsikan dari Lombok? "Kita sekarang sedang fokus menjemput wisatawan di pulau Gili. Total warga dan wisatawan di Gili sekitar 1.000. Yang sudah menyebrang 300 (angka resmi Pemerintah 358)," ungkap Menpar.

Lalu apa langkah pemerintah untuk memulihkan pariwisata di Lombok dan Bali? Bagaimana mengembalikan kepercayaan wisatawan dunia untuk berwisata ke lombok?

Bencana bisa terjadi dimana-mana di seluruh dunia. Ada bencana alam, ada juga karena kerusuhan, termasuk juga terorisme. "Yang terpenting, bagaimana kita memberikan pelayanan terkait dengan bencana tersebut," kata Menpar yang juga ahli marketing itu.

Ada 3 hal yang harus dilakukan. Pertama, memberikan pelayanan informasi terkini terus menerus, agar tidak ada kepanikan, terutama informasi resmi (official statement). Kedua, memberikan pelayanan kepada wisatawan, terutama terkait dengan akses tranforportasi dan akomodasi. Dan ketiga terkait pemulihan destinasi pariwisata setelah bencana telah usai, terkait dengan atraksi, akses dan akomodasi.

Jika berkaca pada pengalaman waktu Gempa Lombok, Minggu 29 Juli yang lalu, ketiga hal itu dikerjakan dengan baik oleh Pemprov NTB, Poltekpar Lombok, industri pariwisata Lombok dan Kemenpar. "Hasilnya, para wisatawan, terutama dari Malaysia dan Thailand, bahkan menjadi lebih mencintai Lombok," ungkap Arief Yahya yang pernah dinobatkan sebagai Marketeer of The Years 2013 oleh MarkPlus itu. [*/par]

Sumber: inilahcom
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip