0
Thumbs Up
Thumbs Down

Peneliti Malaysia dan Aceh Temukan Artefak Berusia 700 Tahun, Terbukti Ada Kerajaan Lamuri di Aceh

okezone
okezone - Sat, 17 Mar 2018 22:31
Dilihat: 172
Peneliti Malaysia dan Aceh Temukan Artefak Berusia 700 Tahun, Terbukti Ada Kerajaan Lamuri di Aceh

PARA peneliti Aceh dan Malaysia melakukan ekskavasi situs kerajaan Lamuri, Kabupaten Aceh Besar, sejak beberapa hari yang lalu. Hasilnya, para peneliti benda-bendar sejarah tersebut menemukan artefak yang diperkirakan sudah berumur 700 tahun.

Arkeolog Aceh sekaligus ketua tim ekskavasi, Dr.Husaini Ibrahim mengatakan, lokasi penggalian itu dilakukan di kawasan Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar, sejak Kamis lalu hingga Sabtu (17/3/2018).

Dari hasil penggalian benda sejarah itu mereka menemukan keramik dan tembikar yang berbentuk pencahan kecil.

BACA JUGA:

Geger Tukang Ojek Online Dipaksa Menikah, Videonya Viral!

"Umumnya, temuan dari hasil penggalian adalah keramik dan tembikar dalam keadaan pecahan-pecahan kecil. Dari hasil analisis, artefak tersebut telah berumur lebih kurang 700 tahun lalu," kata Husaini kepada waratwan.

Sewaktu melakukan penelitian, kata Husaini, salah satu temuan mereka yang paling penting yakni mangkuk yang terbuat dari keramik. Saat ditemukan keramik itu dalam posisi terbalik dan masih utuh, dalam kedalaman 50 sentimeter dalam tanah. Hasil analisis mereka, diketahui keramik itu hasil produksi dari Vietnam pada abad ke-14 dan 15 masehi.

(Foto: Khalis/Okezone)

Selain keramik buatan Vietnam, mereka juga menemukan di situs sejarah kerajaan Lamuri itu, keramik China yang diproduksi pada masa Dinasti Song Selatan dan Yuan abad ke-13 masehi. Dan juga menemukan tembikar dari Asia Selatan yang berumur dalam periode yang sama.

"Keramik dan tembikar ditemukan dalam keadaan pecahan-pecahan kecil. Ada yang bisa direkonstruksi dan ada yang tidak bisa direkonstruksi bentuknya," ujarnya.

Hasil ekskavasi itu, lanjut Husaini, dapat dipertanggungjawabkan, karena penggalian yang mereka lakukan berstandar internasional, semua data terekam dengan sistematis. Selama ini katanya, sejarawan dan warga lainnya menyebutkan kawasan Lamreh itu merupakan kerajaan Lamuri, akan tetapi tidak memiliki bukti terhadap hal itu.

"Kini kita menjumpai keramik dari hasil penggalian yang menegaskan bahwa di Lamreh ialah pusat kerajaan Lamuri. Pernyataan ini juga dipertegas oleh temuan ratusan batu nisan di situs ini yang diperkirakan milik raja-raja Lamuri," jelasnya.

Berdasarkan hasil temuan itu, Husaini menyebutkan, hal itu menjadi sumber utama bahwa di masa kerajaan Lamuri, Aceh telah menjalin hubungan bilateral dengan negara-negara luar seperti Cina, Vietnam, Thailand, India dan Arab sejak ratusan tahun lalu. Dari temuan ribuan pecahan keramik yang tersebar di atas permukaan tanah memberi gambaran betapa besarnya perdagangan yang ada di Lamreh pada abad ke 13 hingga 15 masehi.

BACA JUGA:

Selebriti yang Pernah Alami Kejadian Aneh di Tanah Suci, Bikin Merinding!

"Kita berharap suatu saat nanti pemerintah dapat menetapkan Lamreh sebagai situs cagar budaya yang dilindungi. Situs ini tidak hanya sebagai bukti sejarah semata, juga sebagai jati diri bangsa Aceh. Bahwa Aceh telah menjalin hubungan baik dengan berbagai negara luar sejak seribu tahun terakhir," pungkasnya.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip