0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mitos dan Fakta Tentang ASI dan MPASI

inilahcom
inilahcom - Wed, 08 Aug 2018 19:45
Dilihat: 43
Mitos dan Fakta Tentang ASI dan MPASI

INILAHCOM, Jakarta - Menjadi Ibu baru memang belum memiliki banyak pengalaman. Terkadang, perasaan bingung kerap menghampiri.

Ini berlaku pula terhadap pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan MPASI (Makanan Pendamping ASI). Dalam kesempatan ini, dr. Yoga Devaera, seperti yang dikutip dari siaran pers yang diterima dari Philips, Jakarta, Rabu, (08/08/2018), memaparkan beberapa mitos seputar ASI dan MPASI yang sering beredar, antara lain :

1. Mitos Ibu menyusui hanya boleh mengonsumsi makanan hambar

Benar, bahwa ibu menyusui harus memperhatikan apa yang ia makan, tetapi tidak berarti harus ada banyak pantangan. Ibu bisa memakan makanan yang mereka suka, selama tidak berpengaruh buruk ke kesehatan ibu (misalnya makanan yang dapat menyebabkan alergi).

Bahkan, ada keuntungan tersendiri dari Ibu yang tidak terlalu banyak pantangan ketika menyusui. Selain membuat Ibu senang karena bisa memakan beragam makanan dan mengurangi stress sehingga produksi ASI lebih lancar, si kecil nantinya tidak akan tumbuh menjadi anak yang pilih-pilih makanan, karena sudah diperkenalkan dengan berbagai rasa.

2. Mitos Ibu harus berenyi menyusui ketika sedang sakit

Tidak menyusui selama sakit bukan berarti bayi tidak akan tertular penyakit ibu. Di saat ibu menyadari bahwa ia tidak sehat, si kecil kemungkinan sudah mulai terpapar dengan virus atau bakteri penyebab infeksi. Malahan, menyusui ketika sedang sakit akan memberikan antibodi pelindung yang akan menjaga bayi tetap sehat.

3. Mitos setelah kembali bekerja, Ibu harus menyapih bayi

Tentunya hal ini tidak benar. Jika Ibu berkomitmen untuk memerah ASI, dia tetap bisa memberikan ASI bagi si kecil selama yang dia inginkan. Ibu bisa memerah dua hingga tiga jam sekali di sela pekerjaan.

Ibu tetap menyusui di pagi hari sebelum berangkat dan di malam hari. Hal ini akan menjaga produksi ASI ibu tidak berkurang setelah kembali bekerja. Jangan lupa mulai menabung ASI sebelum masa cuti berakhir.

4. Mitos MPASI harus terdiri dari banyak buah dan sayur saja

Selain karbohidrat bayi juga membutuhkan tambahan protein dan terutama zat besi dari makanannya. Zat besi sangat penting untuk kecerdasannya.

Zat besi pada sayuran hijau mempunyai penyerapan yang buruk sedangkan zat besi dalam daging merah mempunyai penyerapan yang baik. Apabila si kecil hanya diberikan buah dan tim sayur, makin lama si kecil makin kekurangan zat besi dan protein.

Ibu tidak perlu khawatir pada usia 6 (enam) bulan saluran cerna bayi sudah siap mencerna sumber protein hewani. Jadi, pastikan MPASI mengandung sumber protein hewani dan sumber zat besi seperti daging merah atau ati ayam.(tka)

Sumber: inilahcom
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip