0
Thumbs Up
Thumbs Down

Menilik Anak Gimbal Dieng dan Kisahnya yang di Luar Nalar

okezone
okezone - Fri, 10 Aug 2018 21:47
Dilihat: 140

DIENG menyimpan keindahan alam dan juga budaya yang mungkin tak akan ditemukan di tempat lain. Panorama perkebunan bak karpet subur di lereng gunung dan anak gimbal adalah beberapa di antaranya.

Untuk hal kedua, bukan rahasia lagi jika Dieng memang memiliki kisah sendiri tentang adanya anak-anak gimbal. Bahkan dalam perayaan Dieng Culture Festival 2018 yang digelar pada 3-5 Agustus lalu, sebanyak 12 anak gimbal keturunan Dieng melakukan ritual cukur rambut yang disebut jamasan.

Ritual itu dilakukan jika sang anak sudah memintanya. Namun orangtua harus menuruti permintaan sang anak terlebih dulu sebelum melakukan ritual cukur rambut tersebut. Permintaan yang mereka ajukan terkadang sangat sederhana, seperti yang diminta oleh Zalia (4 tahun). Ia meminta es krim rasa cokelat. Begitu pun Fitria Nur Rahmadzani yang meminta sepeda, bakso, wortel, burung kenari, ayam, dan tempe gembus.

(Baca Juga:4 Potret Sederhana Namun Manis Wury Estu Handayani, Istri Cawapres Ma'aruf Amin yang Berusia Kepala Empat)

Namun permintaan anak gimbal juga bisa menjadi tak biasa. Seperti yang diajukan oleh Alisha Rachel Mahiira. Gadis berusia 8 tahun ini meminta berfoto dengan burung merak yang merentangkan sayapnya. Tentu ini adalah hal yang mungkin tak mudah dilakukan.

"Saya sampai mendatangi tiga kebun binatang di kota berbeda," ujar Habib, ayah dari Rachel saat bercerita kepada Okezone di kediamannya di Desa Jojogan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah.

Di kebun binatang pertama dan kedua, Habib tak bisa memenuhi permintaan putrinya karena burung merak yang ditemui tak mau merentangkan sayapnya. Ia pun membawa rasa pasrah di tempat ketiga. Namun kali ini nasib baik berpihak padanya.

"Saat anak saya di depan kandang, tiba-tiba meraknya menghampiri dan merentangkan sayapnya. Saya sampai mengambil fotonya asal-asalan demi mengabadikan momen itu," ujarnya.

(Baca Juga:Berkenalan dengan Reem al-Ouda, Hijaber Cantik asal Arab Saudi yang Jago Bela Diri)

Ia pun bercerita tentang pertama kalinya rambut gimbal muncul di kepala Rachel saat putrinya itu berusia tiga tahun. Awalnya, ia tidak percaya pada fenomena gimbal yang datang tiba-tiba pada anak-anak. Namun kali ini ia dipaksa untuk percaya pada hal yang menurutnya mistis.

"Awalnya dia (Rachel) panas, berkali-kali saya bawa ke dokter anak sampai dokter spesialis, katanya anak saya tidak apa-apa. Akhirnya saya bawa pulang, 17 hari dia demam dan tidak mau turun dari gendongan ibunya," tutur Habib.

Melihat adanya hal yang ganjil, sesepuh di kampung menyarankan Habib untuk menggelar selamatan. Banyak yang menduga Rachel adalah calon anak gimbal, meski Habib masih tak memercayainya.

Setelah selamatan diadakan, keesokan harinya muncul satu gulungan gimbal kecil di bagian bawah kepalanya. Saat itu, kondisi demam Rachel mendadak mulai menurun. Gimbalnya pun muncul secara bertahap.

Setelah menjadi anak gimbal, Rachel menjadi berbeda. Menurut Habib, Rachel menjadi hiperaktif namun memiliki kemampuan di atas rata-rata. Terkadang, rambut gimbal Rachel akan berdiri. Ini artinya ia sedang kumat, menjadi lebih manja dan permintaannya harus dituruti.

Di usia 6 tahun, Rachel meminta rambutnya dipotong. Jika sang anak telah meminta, maka harus dilakukan ritual pemotongan rambut dan ruwat. Kini Rachel menjalani hidupnya seperti anak-anak pada umumnya sebagai mantan anak gimbal. Dia tidak terlalu banyak bicara saat bertemu orang-orang baru. Namun tak segan mengajak bermain jika sudah kenal.

Konon, anak-anak gimbal di Dieng adalah titisan Kyai Kolo Dete yang merupakan salah satu sesepuh di Dieng pada abad ke-14. Anak-anak gimbal ini dianggap sebagai tolok ukur kesejahteraan Dieng. Kehadiran anak gimbal pun dianggap sebagai anugerah, karena jika ada anak-anak gimbal di Dieng, artinya Dieng sejahtera.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip