0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mengulik Penyebab dan Tips Mencegah Penularan Malaria

okezone
okezone - Wed, 25 Apr 2018 04:30
Dilihat: 104

UNTUK mengaasi malaria, pada pertemuan WHA 60 18-23 Mei 2017 telah dihasilkan komitmen global tentang eliminasi malaria bagi setiap negara dan merekomendasikan bagi negara-negara endemis malaria termasuk Indonesia, untuk memperingati Hari Malaria Sedunia setiap tanggal 25 April.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja dalam menuju eliminasi malaria serta meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam penanggulangan dan pencegahan malaria. Di Indonesia sendiri tema Hari Malaria Sedunia tahun 2018 adalah "Bebas Malaria Prestasi Bangsa".

Nah, dalam rangka memperingati HMS ada baiknya kita mengetahui dahulu fakta-fakta tentang penyakit malaria serta bagaimana tips untuk mencegah penyakit tersebut.

Apa itu malaria?

Berdasarkan lembar fakta yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasite Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria (anopheles) betina. Malaria dapat menyerang semua kalangan, baik laki-laki ataupun perempuan, dan pada semua golongan umur, termasuk bayi, anak-anak, atau orang dewasa.

Baca Juga: Inilah 5 Wajah Pria Paling Tampan di Dunia yang Pesonanya Tak Pernah Luntur

Penyebaran malaria umumnya terjadi pada jam 6 sore sampai jam 6 pagi melalui gigitan nyamuk malaria betina yang mengandung parasite plasmodium. Gejalanya ditandai dengan munculnya demam, menggiggil berkeringat dan disertai sakit kepala, mual, muntah, diare, dan nyeri otot atau pegal-pegal.

Bahaya malaria

Pasien yang didiagnosis mengidap malaria umumnya akan mengalami anemia. Terjadinya kekurangan darah pada penderita malaria karena sel-sel darah merah banyak yang hancur dirusak oleh plasmodium. Anemia kronis pada ibu hamil dapat menyebabkan kematian dan pada bayi yang dikandung dapat terjadi berat badan lebih rendah. Pada anak dapat mempengaruhi kecerdasan otaknya.

Baca Juga: Cerita-Cerita Lucu Tentang Mualaf Amerika yang Baru Masuk Islam

Selain itu, manifestasi malaria berat juga dapat berupa demam tinggi, penurunan kesadaran, koma, pendarahan spontan, kegagalan multi organ, hingga menyebabkan kematian. Namun sebelumnya, setiap pasien yang mengeluhkan gejala-gejala di atas harus dikonfirmasi terlebih dahulu melalui mikroskopis atau dengan uji diagnosis cepat Rapid Diagnostic Tes (RDT). Dalam arti lain, harus dilakukan deteksi dini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tindakan pencegahan

Saat menggelar diskusi bersama rekan-rekan media dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia beberapa waktu lalu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Elizabeth Jane Soeparti sempat memaparkan tiga langkah praktis untuk mencegah penyakit malaria. Berikut ulasan lengkapnya.

A: Awas dan perhatikan faktor risiko, cara penularan, cara mencegah, masa inkubasi, gejala dan tandanya.

B: Biasakan untuk hindari gigitan nyamuk selama di daerah endemis, dengan menggunakan kelambu saat tidur. Juga, Anda tidak disarankan keluar malam. Jika terpaksa, gunakan lotion anti nyamuk, pakaian lengan panjang warna terang agar dapat melindungi tubuh.

C: Cek darah segera ke tenaga kesehatan bila Anda mengalami gejala demam selama masa inkubasi, lemah dan letih. Apalagi ketika satu bulan kembali dari daerah endemis malaria yang berbahaya.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip