0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mengenaskan! di Tengah Majunya Korea, Nenek 82 Tahun Ini Hidup Sendiri di Ruang Kecil Selama 5 Tahun

okezone
okezone - Mon, 29 Oct 2018 19:39
Dilihat: 150
Mengenaskan! di Tengah Majunya Korea, Nenek 82 Tahun Ini Hidup Sendiri di Ruang Kecil Selama 5 Tahun

BEBERAPA dari Anda mungkin kurang mensyukuri kehidupan yang dimiliki saat ini. Anda selalu melihat kehidupan orang lain yang lebih baik dan melupakan orang di sekitar. Namun, tahukah bahwa ternyata ada orang yang bernasib jauh lebih menderita dari Anda?

Sebuah video yang menunjukkan kehidupan seorang wanita berusia 82 tahun yang bekerja mengumpulkan kotak yang dapat didaur ulang selama lebih dari 14 jam sehari, dengan imbalan hanya 2USD atau sekira Rp30 ribu.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Dilakukan Penumpang saat Pesawat Mendarat Darurat di Perairan

Peristiwa pilu ini telah menjelaskan sejauh mana kemiskinan di kalangan orang tua di Korea Selatan. Sebagian besar media menyoroti kecakapan teknologi Korea dan hiburan kelas dunia, hanya sedikit yang mendengar tentang penduduk usia tua yang sedang berjuang untuk bertahan hidup.

Beberapa lansia tak takut untuk bekerja lembur demi menyambung hidupnya. Sebagaimana diketahui, sebuah penelitian yang diterbitkan di International Journal of Social Science dan Kemanusiaan pada Mei 2014 mengungkapkan bahwa tidak ada penyebab tunggal untuk kemiskinan lansia di negara ini.

Sebaliknya, fenomena tersebut dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk kurangnya persiapan untuk sistem pensiun yang tepat, penurunan ketergantungan ekonomi pada anak-anak dan wajib pensiun.

Baca juga: Potret Menggemaskan Anak-Anak Kardashian di Bali, Terlihat Damai!

Dalam video yang diunggah beberapa waktu lalu, wanita ini bernama nyonya Yoo. Ia memberikan gambaran tentang bagaimana rasanya menjadi miskin dan tua di salah satu negara terkaya di dunia.

Sebagaimana diketahui, Yoo telah tinggal sendirian di ruang kecil selama lima tahun. Dia tidak menerima bantuan dari kelima anaknya. Ia dikatakan tengah berjuang. Dia percaya bahwa tidak ada satu orang pun dari mereka yang mau merawatnya. Anak-anaknya tersebut mungkin tidak mau karena sang ibu memberatkan bagi mereka.

Baca juga: Hampir Punah, Kucing Gunung Super Langka Ini Kembali Muncul di Kamera!

Terlepas dari itu, Yoo mengatakan dia tidak kecewa pada tindakan anak-anaknya. Ia justru bangga akan kemandiriannya dengan bekerja sebagai kolektor kotak kertas di penggilingan selama 14 jam yang menghasilkan Rp30 ribu dan sakit punggung.

"Di pagi hari, saya berangkat sekitar jam 07.00 atau 08.00 pagi. Biasanya sekitar jam 07.00 pagi. Mungkin ia akan bekerja sampai jam 10.00 malam? Sekitar 09.00 atau 10.00 malam lah," tutur Stephen yang mengunggah video tersebut sebagaimana dilansir dari Next Shark, Senin (29/10/2018).

Ketika ditanya apakah penghasilannya cukup untuk membuatnya berhasil, Yoo menunjukkan bahwa dia tidak menghabiskan banyak uang untuk makanan.

"Saya terutama memiliki cabai merah atau pasta kedelai, jadi saya tidak menghabiskan banyak untuk makanan. Saya berhasil bertahan," tambah Yoo.

Yoo menerima pensiun bulanan sebesar 200 USD atau setara Rp3 juta dari pemerintah. Namun, ia tidak memiliki cara lain untuk menghasilkan uang daripada mengumpulkan dan menjual kotak.

"Jika saya menjadi terlalu tua, saya tidak akan bisa melakukannya. Saya yakin anak-anak saya akan membantu. Anak-anak saya akan melakukannya," tuturnya.

Setelah mengikuti Yoo selama sehari, tim dari Asian Boss secara mengejutkan memberikan sumbangan sebesar 1000 USD atau Rp15 juta kepada Yoo.

"Bagaimana kamu bisa memberi saya begitu banyak uang! Saya sangat bersyukur, sungguh. Tuhan memberkatimu," tutur Yoo.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip