0
Thumbs Up
Thumbs Down

Mengapa ML Lebih Diminati Ketimbang AOV di Indonesia?

okezone
okezone - Sun, 24 Mar 2019 17:22
Dilihat: 371
Mengapa ML Lebih Diminati Ketimbang AOV di Indonesia?

TREN bermain game di gadget memang telah merebak sejak beberapa tahun terakhir. Kemajuan teknologi tentu membuat seseorang menjadi semakin mudah untuk memainkan game yang mereka sukai langsung dari genggamannya.

Ya, beberapa game yang telah menjadi hits dan menuai banyak perhatian sejak beberapa tahun terakhir adalah Mobile Legends (ML) dan Arena of Valor (AOV). Meski keduanya serupa, namun banyak perbedaan yang terdapat pada kedua game ini.

Banyak yang mengatakan ML lebih laris ketimbang dengan AOV, begitupun sebaliknya. Lantas kabar yang manakah yang paling benar dan apa alasannya? Beberapa bulan lalu, seorang Youtuber sekaligus shoutcaster, Ericko Lim, pernah menjabarkan perbedaan dari kedua game ini.

Ericko sendiri pernah bekerja di Garena yang sama-sama membawahi AOV. Oleh sebab itu, ia sedikit banyak tahu mengenai game tersebut dari sudut pandang gamers sekaligus shoutcaster.

Menurur Ericko, AOV bisa lebih populer di dunia karena mereka memiliki license dari Tencent Games, oleh sebab itu mereka banyak mengambil tokoh jagoan dari DC comics tapi tidak pernah ada masalah. Dan hingga saat ini tidak ada isu-isu copyright dari game ini

"AOV tidak pernah ada masalah ketika mengambil banyak superhero dari DC Comic, Sementara ML dikatakan terkenal karena plagiatnya. Bahkan ML pernah di laporkan oleh Riot dengan tuduhan plagiat. Semua Youtuber juga pasti akan bilang kalau ML adalah plagiat," ucap Ericko, dalam channel Youtube-nya.

Selain itu AOV juga memiliki gambar yang lebih baik ketimbang ML yang hanya delapan bit. Tapi permasalahannya tidak semua player bisa bermain dengan nyaman dengan grafik high seperti AOV.

"Rata-rata masyarakat Indonesia hp nya tidak cukup memadai untuk bermain game dengan kualitas high. Masyarakat tersebut diluar dari orang-orang tajir, pro player, melainkan orang-orang dengan ekonomi terbatas," lanjutnya.

Ericko menyebutkan bahwa rata-rata pemain game adalah anak kecil, makanya mereka lebih memutuskan memainkan ML karena lebih family friendly untuk handphone. Sementara untuk bermain AOV seseorang membutuhkan spek yang cukup tinggi.

"Jadi logikanya mereka akan memilih game yang cocok dengan spek hp mereka. Jadi jika ML lebih banyak playernya, maka kemungkinan karena devicenya yang mendukung untuk main ML tapi tidak dengan AOV," sambungnya.

Dari segudang kelebihan, AOV memiliki kelemahan yakni servernya yang hanya ada di Indonesia, tapi kalau ML servernya global, jadi bisa bertemu dengan player dari luar negeri.

"Selain itu ML gak masuk Asian Games 2018, sementara AOV bisa masuk, karena playernya cuman rame di Indonesia saja. ML tidak membutuhkan license, tidak perlu di boost namun udah viral. ML di Indonesia bisa membuat orang menjadi kaya, sementara AOV tidak. ML bisa menciptakan bintang tapi AOV tidak," tutupnya.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip