0
Thumbs Up
Thumbs Down

Manfaat Psikis di Balik Anda Ucapkan Sumpah Serapah dan Kata-Kata Kotor

okezone
okezone - Mon, 22 Oct 2018 22:00
Dilihat: 154
Manfaat Psikis di Balik Anda Ucapkan Sumpah Serapah dan Kata-Kata Kotor

MENGUMPAT atau berbicara kotor seringkali dikaitkan dengan perilaku tidak baik dan tidak sopan. Namun sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa, umpatan atau bahasa kotor sesekali harus "dikeluarkan".

Menurut jurnal ilmiah karya Emma Byrne yang berjudul "Swearing Is Good for You: The Amazing Science of Bad Language".

"Selama ini kita sering membuang-buang waktu mengatakan, 'Kalian tidak boleh mengumpat di depan orang ini,' atau 'Aku berharap anak-anakku tidak pernah mengumpat'. Namun pada kenyataannya, kita semua melakukan hal tersebut," tulis Emma.

Dilansir Okezone dari New York Post, Senin (22/10/2018), salah satu manfaat berbicara kotor adalah meredakan rasa sakit. Seorang psikologis bernama Richard Stephens, melakukan sebuah eksperimen di mana para responden diminta untuk memegang air es selama yang mereka mampu.

Mereka diperbolehkan untuk berteriak atau mengeluarkan sumpah serapah. Alhasil, para responden yang mengumpat selama proses eksperimen berlangsung, ternyata dapat memegang air es lebih lama. Tingkat rasa sakit mereka pun diklaim menurun. Menarik bukan?

Baca Juga: JFW 2019: Tampil Powerfull dengan One Color Outfit, Siluet dan Warna Jadi Rahasianya!

Secara teori, mengumpat atau berkata-kata kasar memengaruhi kinerja otak yang berbeda setiap hari. Kata-kata kasar juga tidak terpisahkan dari emosi. Perbandingannya pun terlihat jelas setelah para ahli mempelajari korban stroke yang memiliki kerusakan pada belahan otak tunggal.

"Bahasa proposisional, adalah di mana Anda merencanakan apa yang ingin Anda katakan atau hal-hal yang perlu diungkapkan. Biasanya sisi kiri otak yang bekerja dalam bahasa tersebut,'" kata Emma.

"Bahkan stroke kecil disisi itu akan menghalangi kemampuan Anda untuk mengekepresikan diri. Pasien yang mengalami stroke hebat di otak kiri (tidak dapat mengelola bahasa porposisional apa pun), masih bisa berbicara kotor dengan sangat lancar hanay dengan menarik sisi lain otak yang berhubungan dengan emosi," sambungnya.

Karena sifatnya yang penuh emosi, tidak mengherankan jika kata-kata empat huruf "F--k" memiliki 'kekuatan khusus'. Penelitian yang dilakukan pada 1990-an menunjukkan bahwa para pembicara yang menyisipkan kata-kata sial (damn) dalam waktu yang tepat, diklaim lebih persuasif oleh audiensnya.

Baca Juga: 5 Usaha Kuliner Artis Viral Banget, Kamu Pernah Coba yang Mana?

Tidak hanya itu, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2017 lalu menemukan, orang-orang yang sering berkata kasar dianggap lebih jujur. Bahasa kotor juga telah terbukti meningkatkan produktivitas di tempat kerja.

"Penelitian menunjukkan bahwa bersumpah dapat membantu 'membangun' tim," tulis Bryne.

"Dari lantai pabrik, ke ruang operasi, para ilmuwan telah menemukan tim yang berbagi bahasa-bahasa vulgar ternyata bekerja lebih efektif, merasa lebih dekat, dan menjadi lebih produktif daripada mereka yang tidak," tukas Bryne.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti kapan kata-kata kotor ini pertama kali dikembangkan. Tetapi eksistensinya telah ada sejak bahasa ditemukan.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip