0
Thumbs Up
Thumbs Down

Konsumsi Susu di Indonesia Masih Rendah, Masyarakat Perlu Perhatikan Asupan Energi

okezone
okezone - Fri, 10 Aug 2018 22:11
Dilihat: 128

KONSUMSI susu di Indonesia masih rendah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Tahun 2017 konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter/kapita/tahun. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan data USDA Foreign Agricultural Service 2016 (PDF) untuk Malaysia (50,9 liter), Thailand (33,7 liter), dan Filipina (22,1 liter).

Produksi susu segar di Indonesia sendiri baru mencapai 920.093,41 ton pada 2017. Angka ini hanya naik 0,81 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 912.735,01 ton. Dari angka ini, dapat dilihat bahwa budaya minum susu di Indonesia masih rendah.

Kementerian Kesehatan pada 2015 lalu menggelar Survei Diet Total untuk masyarakat Indonesia yang menunjukan data bahwa masyarakat Indonesia masih kekurangan pasokan energi. Itu belum termasuk kekurangan asupan gizi lainnya, sehingga konsumsi gula secara wajar tidak menjadi persoalan karena unsur makanan ini adalah sumber energi.

(Baca Juga:Ciri-Ciri Anak Alami Alergi Makanan, dari Gatal sampai Gangguan Pernapasan)

Kondisi tubuh yang kekurangan energi justru berbahaya bagi tumbuh kembang anak. Sebab, tubuh secara otomatis akan memenuhi kebutuhan energinya dengan mengambil protein dan lemak pada tubuh. Padahal, dua unsur makanan tersebut merupakan kebutuhan utama bagi pertumbuhan. Survei Diet Total tahun 2014 juga menemukan bahwa pada anak balita di Indonesia, rata-rata konsumsi susu kental manis tergolong rendah yaitu hanya 9,4 gram per hari dan hanya memberikan kontribusi konsumsi gula yang juga rendah yaitu hanya 5 gram per hari, masih jauh di bawah anjuran WHO mengenai konsumsi gula tambahan yang dibolehkan yaitu 50 gram per hari.

Dari berbagai jenis susu yang beredar di pasaran, susu kental manis merupakan salah satu jenis susu yang paling banyak dibeli oleh masyarakat Indonesia. Namun isu mengenai susu kental manis beberapa bulan belakangan ini membuat masyarakat takut mengonsumsinya.

Guru Besar IPB Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS menyatakan bahwa susu kental manis terbuat dari susu segar, kemudian ada kandungan lain seperti susu skim, susu skim powder, gula, lalu ada susu bubuk whey, buttermilk powder, serta palm oil.

(Baca Juga:Penyandang Diabetes Indonesia Meningkat, Dokter Imbau Lakukan Pemeriksaan DNA)

"Susu kental manis adalah produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu. Atau, merupakan hasil rekonstitusi susu bubuk dengan penambahan gula, dengan atau tanpa penambahan bahan lain. Gula yang ditambahkan digunakan untuk mencegah kerusakan produk. Produk susu kental manis lantas dipasteurisasi dan dikemas secara kedap (hermetis)," jelas Ahmad dalam seminar sehari berjudul "Literasi Gizi : Belajar dari Polemik Kasus Susu Kental Manis" di Universitas Indonesia yang digelar oleh Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI.

Melalui siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (10/8/2018), pakar gizi sekaligus Ketua PKGK UI, Ir. Ahmad Syafiq M.Sc., Ph.D menyampaikan bahwa susu kental manis memiliki kandungan energi yang diperlukan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, termasuk anak-anak.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip