0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jelang Akhir Tahun, Masyarakat Mengikuti Tren Liburan dengan Pengalaman Baru

okezone
okezone - Mon, 15 Oct 2018 21:31
Dilihat: 82

LIBURAN akhir tahun sudah hampir di depan mata, perencanaannya sudah dilakukan sejak jauh hari dan sedini mungkin. Jelang liburan akhir tahun, biasanya traveler akan memesan penginapan yang disesuaikan dengan bujet dan gaya berlibur masing-masing.

Dengan adanya banyak pilihan konsep dan gaya akomodasi, liburan akhir tahun traveler pun lebih bermacam-macam pilihannya. Namun, ada satu hal yang sangat nampak dari pilihan akomodasi para traveler bila dilihat secara general menurut Hariyadi Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

"Jelang liburan akhir tahun, pilihan akomodasi wisatawan Indonesia di antara banyak pilihan gaya akomodasi sangat bervariasi, yang jelas saat kita bicara soal pariwisata tentu secara langsung akan terkait dengan akomodasi yang memberikan pengalaman baru bagi wisatawan," ungkapnya dalam acara Konferensi Pers Traveloka Hotel Awards 2018, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Baca juga: Awalnya Ganjal Pintu, Batu Ini Dihargai Rp1,5 Miliar

Menurut Hariyadi, jika kita tarik waktu sedikit mundur ke belakang, memang masyakarat dulu belum terpikirkan untuk berlibur atau melancong ke desa wisata dan singgah sejenak bersama warga lokal. Namun, kenyataan yang ada sekarang justru sebaliknya, desa-desa wisata bermunculan dan peminatnya pun ada.

Hebatnya lagi, berdasarkan keterangan Hariyadi, desa-desa wisata yang belakangan bermunculan dan diminati oleh wisatawan lokal dan mancanegara mampu berjalan cukup baik. Bahkan, semua wisatawan dapat dikatakan mau mencoba desa wisata yang dapat memberikan pengalaman baru.

"Hampir semua itu orang mau mencoba, hal yang baru selalu daya tarik utama, contohnya desa wisata jadi banyak orang yang mau mencoba, tapi bukan berarti akomodasi yang konvensional jadi ditinggalkan," imbuhnya.

Baca juga: 10 Tanda Seseorang Akan Meninggal Dunia

Seiring mulai bermunculannya desa-desa wisata di Indonesia, tren mengunjungi desa wisata pun terbentuk. Wisatawan yang butuh dan menginginkan pengalaman baru serta interaksinya dengan lingkungan sekitar akomodasi jadi berbondong-bondong mengunjungi desa wisata.

"Akomodasi yang memikat wisatawan dengan memberikan pengalaman baru ini muncul sekira tiga tahun terakhir seperti glamping camping, dulu kebayang nggak sih orang mau tinggal di tenda? Tapi nyatanya sekarang ada, bahkan pemerintah bilang itu nomadic tourism karena bisa berpindah pindah," paparnya.

Baca juga: Sudah 6 Tahun Menikah Wanita Ini Masih Perawan, Kok Bisa?

Kendati bermunculan gaya dan konsep baru dalam berlibur serta menginap, bukan berarti cara berlibur dan menginap yang lama jadi ditinggalkan. Menurut Hariyadi, akomodasi konvensional tetap mampu bersaing meski tren-tren baru bermunculan.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip