0
Thumbs Up
Thumbs Down

Jangan Anggap Remeh, Ini Bahaya Gangguan Kepribadian Antisosial

okezone
okezone - Tue, 23 Oct 2018 02:10
Dilihat: 154
Jangan Anggap Remeh, Ini Bahaya Gangguan Kepribadian Antisosial

SELAMA ini, Anda mungkin sudah familier mendengar kata ansos atau antisosial. Bahkan, sebuah perusahaan streetwear asal Korea Selatan menggunakan kata-kata tersebut sebagai merek brandnya.

Namun ternyata, banyak orang yang belum mengetahui secara mendalam arti dari kata antisosial. Dilansir Okezone dari MayoClinic, Selasa (23/10/2018), antisosial sebetulnya merupakan gangguan kepribadian yang juga dikenal dengan istilah socipathy. Ini adalah kondisi mental di mana seseorang secara konsisten menunjukkan sikap tidak menghargai dan mengabaikan hak serta perasaan orang di sekitarnya.

Orang dengan gangguan kepribadian ini cenderung memusuhi, memanipulasi, atau memperlakukan orang lain dengan kasar dan tidak berperasaan. Mereka juga cenderung tidak pernah menunjukkan rasa bersalah atau menyesal atas perilaku atau tindakan yang telah mereka lakukan.

Individu yang mengidap gangguan ini, diketahui sering melanggar hukum, dan menjadi seorang kriminal. Mereka sering berbohong, berpilaku kasar, dan impulsif.

(Baca Juga:Seseorang akan Mengalami 'Krisis Kehidupan' di Usia Kepala 2, Ini 5 Tandanya)


Lalu apa yang menjadi penyebab seseorang mengisap antisosial?

Kepribadian adalah kombinasi pikiran, emosi, dan perilaku yang membuat seseorang terlihat unik dan memiliki karakter. Dari kepribadian lah seseorang dapat menilai, memahami, berhubungan dengan dunia luar, serta bagaimana mereka melihat diri sendiri.

Bentuk-bentuk kepribadian juga sangat berpengaruh dengan pengalaman seorang individu sejak masa kanak-kanak, dibentuk melalui interaksi antara kecenderungan yang diwariskan dan faktor lingkungan.

Penyebab gangguan kepribadian antisosial memang belum diketahui secara pasti, namun faktor gen dapat membuat seseorang rentan mengembangkan gangguan kepribadian tersebut. Tidak hanya itu, situasi kehidupan dan lingkungan keluarga juga dapat memicu perkembangannya.

(Baca Juga:Viral Curhatan Kaesang Pangareb: Saya Tidak Pernah Diajak Lagi, Cuitan Netizen Bikin Ngakak!)

Gejalanya sendiri mencakup, sering berbohong, sering mengeksploitasi orang lain, sinis dan tidak menghargai orang lain, menggunakan kecerdasan untuk memanipulasi orang lain demi keuntungan atau kesenangan pribadi, kurangnya empati terhadap orang lain, dan masih banyak lagi.

Para ahli belum mengetahui secara pasti teknik penyembuhan atau pencegahan gangguan kepribadian antisosial. Namun, mengingat perilaku antisosial berakar pada pengalaman hidup semasa kecil, orang tua, guru, dan dokter memiliki kemungkinan besar untuk melihat tanda-tanda peringatan dini.

Dengan demikian, mereka dapat menerapkan pola asuh yang tepat, termasuk mengajarkan anak untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan, sehingga secara tidak langsung akan memodifikasi perilaku mereka. Psikoterapi juga diklaim dapat membantu mengurangi kemungkinan anak-anak mengembangkan gangguan kepribadian tersebut saat beranjak dewasa.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip