0
Thumbs Up
Thumbs Down

Ini Penyebab yang Bikin Indonesia Jadi Negara Terbesar Kedua Pembuang Makanan

okezone
okezone - Wed, 16 May 2018 21:13
Dilihat: 41

SEBAGIAN besar masyarakat Indonesia merupakan golongan konsumtif. Tak hanya lapar mata dalam membeli barang, masyarakat Indonesia juga gemar menyisakan atau membuang makanan. Terbukti saat ini Indonesia berada di urutan kedua terbesar sebagai negara pembuang makanan.

Sebagaimana diketahui, produksi limbah makanan di Indonesia meningkat sebesar 10 persen oada 10 hari pertama di bulan puasa. Dampak kenaikan sampah makanan ini akan berimbas pada budaya, ekonomi dan juga ekologi.

Guna membantu masyarakat dalam memahami lebih jauh mengenai apa yang dimaksud dengan kehilangan pangan (Food Loss) dan sampah makanan (Food Waste), Direktur dan Peneliti bidang Ekonomi Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB), Arief Daryanto, Ph.D mencoba menjabarkannya.

Baca Juga: 5 Selebriti Hollywood Ini Pernah Tutup Akun Instagramnya, Siapa Saja?

Menurutnya FL adalah makanan yang hilang sebelum sampai ke tangan konsumen (kehilangan yang terjadi saat makanan dalam tahap pengolahan/distribusi). Sementara FW adalah kehilangan yang terjadi pada tahap konsumsi.

"Menurut data dari FAO, sekira 1,3 triliun ton makanan hilang setiap tahunnya di seluruh dunia. Dengan rincian, tingkat kehilangan saat produksi 10 persen, kehilangan saat tahap pengolahan paska panen dan distribusi sebanyak 7 persen. Kehilangan selama pengolahan sebesar 1 persen, kehilangan saat pemasaran 6 persen dan kehilangan pada tahap konsumsi mencapai 9 persen," tegas Arief, saat ditemui Okezone, Rabu (16/5/2018).

Arief menilai FL banyak terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sementara FW sebagian besar terjadi di negara maju. Lalu apakah yang terjadi dalam kasusnya di Indonesia? Arief mengungkapkan beberapa fakta yang menyebabkan makanan terbuang sia-sia di Indonesia.

"Beberapa hal membuat makanan terbuang percuma di Indonesia. Kurangnya pengetahuan yang baik saat memanen bahan pokok membuatnya rusak sebelum diolah. Pendistribusian yang kurang baik, kurang sukanya masyarakat pada makanan olahan yang tidak fresh, serta pengelolaan tingkat lanjut rendah," tandasnya.

Selain mengemukakan tentang beberapa penyebabnya, Arief menegaskan dengan pemberian pengetahuan yang baik kepada masyarakat mengenai budaya makan bijak, bisa menekan jumlah FW dan FL di Indonesia. Pemerintah juga bisa berperan aktif, dengan memberikan sanksi tegas bagi masyarakat yang memiliki kebiasaan buruk menyisakan makanan.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip