0
Thumbs Up
Thumbs Down

Indonesia Hadapi Tantangan Beban Ganda Penyakit

inilahcom
inilahcom - Sat, 30 Jun 2018 21:30
Dilihat: 248
Indonesia Hadapi Tantangan Beban Ganda Penyakit

INILAHCOM, Jakarta - Meski Indonesia menghadapi kemajuan besar dalam kesehatan sejak 1990, tidak bisa dipungkiri ternyata memiliki tantangan meningkatnya berbagai penyakit tidak menular.

Indonesia mencatat kemajuan besar dalam bidang kesehatan sejak tahun 1990, dengan meningkatnya usia harapan hidup jadi delapan tahun lebih lama - serta menurunnya beban penyakit menular seperti diare dan tuberkulosa (TBC). Namun pada saat ini juga Indonesia menghadapi tantangan meningkatnya berbagai penyakit tidak menular, antara lain penyakit jantung, diabetes, stroke, kanker, dan lain-lain.

"Indonesia saat ini menghadapi tantangan Beban Ganda Penyakit. Kita harus tetap giat melakukan berbagai upaya untuk menurunkan infeksi penyakit menular seperti TB, diare dan berbagai gangguan kesehatan ibu dan bayi. Pada saat bersamaan, kita juga perlu meningkatkan berbagai upaya pencegahan dan mengatasi penyakit-penyakit tidak menular, yang pengobatannya membutuhkan biaya yang sangat besar," papar Dr. Nafsiah Mboi, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (2012-2014), Jakarta, baru - baru ini.

Masalahnya makin kompleks dengan meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia, dengan tantangan kombinasi berbagai penyakit pada penduduk lanjut usia. Studi ini, diterbitkan dalam The Lancet, meliputi kurun waktu 1990 hingga 2016; dan merupakan bagian dari Studi Global "Burden of Disease" (GBD) atau Beban Penyakit Global, sebuah upaya ilmiah yang komprehensif untuk mengkuantifikasi kondisi kesehatan diseluruh dunia.

Dalam Studi ini, Dr. Nafsiah dan tim para peneliti dari IHME dan Indonesia, termasuk a.l. Badan Litbang Kementerian Kesehatan, BAPPENAS, Biro Pusat Statistik, Eijkman Oxford Institute, Universitas Indonesia dan BPJS Kesehatan, mengkaji penyebab kematian dan disabilitas dari 333 penyakit di Indonesia dan tujuh negara pembanding.
Studi ini merupakan upaya sistematis terbesar yang pernah dilakukan untuk memahami trend kesehatan di Indonesia serta berbagai penyebabnya.

Usia harapan hidup orang Indonesia tahun 2016 mencapai 71,7 tahun, lebih lama dibandingkan dengan usia harapan hidup yang hanya 63,6 tahun pada tahun 1990. Perempuan Indonesia hidup sedikit lebih lama dibandingkan para pria. Peningkatan usia harapan hidup ini sebagian besar disebabkan karena keberhasilan Indonesia menanggulangi penyakit menular, penyakit terkait kehamilan, neonatal, dan penyakit-penyakit terkait gizi.

Pada tahun 1990, penyakit diare, infeksi saluran nafas bawah (LRI), dan tuberkulosa (TBC) masih merupakan tiga penyakit penyebab utama kematian dan disabilitas. Lebih dari 25 tahun kemudian, TBC menduduki peringkat ke-4, diare ada di peringkat 10, dan infeksi saluran nafas bawah tidak lagi berada dalam sepuluh besar penyebab kematian dan disabilitas.

"Namun demikian, penyakit-penyakit tersebut masih merupakan masalah kesehatan yang besar," tambah Dr. Nafsiah.

Pada saat yang bersamaan, beban karena penyakit tidak menular meningkat secara drastis. Penyakit jantung dan diabetes telah meningkat dengan cepat selama 25 tahun lebih. Peningkatan ini didorong oleh pola makan yang tidak sehat, tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tinggi, dan kebiasaan merokok, yang pada saat ini menjadi factor2 resiko tertinggi di Indonesia. Diabetes menunjukkan peningkatan yang mencemaskan.

Kematian dan disabilitas yang disebabkan oleh diabetes meningkat sebesar 38,5 persen sejak 2006, dan kemungkinan besar akan makin menambah beban masyarakat dan sistem Kesehatan di masa mendatang.

Cedera karena kecelakaan lalu lintas dan berbagai penyakit tidak mematikan seperti sakit pinggang bawah dan nyeri leher, serta gangguan penglihatan dan pendengaran juga semakin jadi beban kesehatan masyarakat di Indonesia.(tka)

Sumber: inilahcom
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip