0
Thumbs Up
Thumbs Down

Hindari Tanggal Tua Sejak Tanggal Muda

ESENSI
ESENSI - Mon, 20 Apr 2015 17:05
Dilihat: 1747
Hindari Tanggal Tua Sejak Tanggal Muda



Hello, Ladies.


Perkara "tanggal tua" memang selalu terasa menyesakkan. Namun, perlu kita tahu, pada dasarnya kitalah yang membuat tanggal tua itu terjadi. Tentunya kita tidak ingin mengalaminya terus-menerus, bukan? Karena itu, ayo kita cari tahu perkara apa saja yang menggerogoti kas kita setiap bulannya.

Jenis perkara : Kebutuhan Konsumtif yang Berlebihan
Tingkatan risiko :

Tidak bersemangat kerja sebelum menenguk latte di Starbucks? Sibuk bolak-balik ke dokter kecantikan karena satu-dua jerawat? Atau, sering asal membeli barang-barang saat mengelilingi rak-rak supermarket? Itu hal yang biasa dan dimaklumi. Tapi, bagaimana jika rutin dilakukan? Itu awal bencana.

Untuk masalah ini, pastikan Anda tegas pada diri Anda sendiri, mana yang penting, mana yang bisa tangguhkan. Menuruti hasrat tidaklah bisa dilakukan secara sembarangan, karena Anda perlu memastikan dulu bahwa Anda tidak akan sengsara karenanya.

Jenis perkara : Tuntutan Gaya Hidup yang Berlebihan
Tingkatan risiko :

Harus punya gadget terbaru karena lebih trendy? Perlu ikut keanggotaan gym karena banyak teman yang ikut? Sama seperti perkara kebutuhan konsumtif yang rutin, kadang kita tidak menyadari bahawa kas bulanan kita bocor untuk hal-hal yang tidak, atau belum, kita butuhkan, namun kita paksakan saat itu juga.

Tahan keinginan Anda untuk ikut-ikutan sesuatu tanpa memahami manfaat dan kebutuhan Anda, karena Anda sendiri yang mengetahui batas kemampuan keuangan Anda. Selain itu, jika Anda benar-benar ingin menjalani gaya hidup seperti yang Anda inginkan tersebut, pastikan Anda sudah menyisihkan anggaran tersendiri untuk itu, sehingga aliran kas Anda untuk hari-hari berikutnya tidak akan terganggu.

Jenis perkara : Kartu Sakti Untuk Utang
Tingkatan risiko :

Konsumsi sesuatu secara berlebihan, atau memaksakan gaya hidup tertentu saja sudah berbahaya, apalagi jika Anda menjalaninya dengan uang yang belum ada di tangan. Penggunaan kartu kredit mungkin terasa memudahkan, Anda dapat segera memanfaatkan barang yang Anda kredit, sembari Anda mencicilnya tiap bulan. Tapi ingat, apakah Anda sudah memperhitungkan sumber pemasukan untuk membayarnya atau belum?

Ingat, ladies, kartu kredit adalah alat bayar, bukan alat utang. Jadi pastikan Anda yakin dengan perhitungan matang bahwa Anda bisa melunasi cicilan dalam waktu sekian bulan dengan jumlah sekian per bulannya. Dengan cara tersebut Anda tidak akan asal gesek untuk berbagai hal sekaligus, sementara kas Anda per bulannya terus tergerogoti tak terkendali.

Be smart with your money, Ladies. (Awe)

Sumber: ESENSI
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
ESENSI
ghiboo
Hello Pet
Hotabis
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
Nyata
okezone
Perempuan
PoliMoli
salamkorea
Sehatly
slidegossip
Bayar listrik, air, telepon. Beli pulsa semua operator. Langsung dari Androidmu. Klik di sini
Bayarnet