0
Thumbs Up
Thumbs Down

'Eiffel, I'm in Love 2' Kisah Cinta Picisan di Zaman Modern

slidegossip
slidegossip - Tue, 20 Feb 2018 00:27
Dilihat: 279
'Eiffel, I'm in Love 2' Kisah Cinta Picisan di Zaman Modern
slidegossip.com - 'Eiffel, I'm in Love 2' digarap setelah 15 tahun dirilisnya film 'Eiffel, I'm in Love'. Jika di-flashback ke belakang, film ini seolah selalu mengekor penayangan 'Ada Apa Dengan Cinta' baik yang pertama maupun sekuelnya. Tahun 2002 lalu, film 'Ada Apa Dengan Cinta (AADC)' dirilis dan sukses menjadi pelopor bangkitnya dunia perfilman tanah air. Setahun kemudian film 'Eiffel, I'm in Love' pun dirilis seolah ingin mengikuti jejak kesuksesan 'AADC'. Kisah yang tersaji dalam kedua film itu pun kurang lebih sama, yakni tentang percintaan anak SMA dimana cowok jutek yang sok cool membuat sang cewek jatuh hati meski pada awalnya saling membenci.

Film 'Eiffel I'm in Love 2' (foto: jpnn.com)

Setelah itu film 'AADC 2' dirilis pada tahun 2016. Seolah kembali mengekor, 'Eiffel, I'm in Love' pun dibuat sekuelnya yang dirilis pada tanggal 14 Februari 2018. Film ini terbilang cukup dinanti, apalagi karakter Tita dan Adit saat remaja masih melekat di hati para penggemarnya.

Karakter para pemain di 'Eiffel, I'm in Love 2' juga tak jauh berbeda dengan yang pertama. Tita yang diperankan oleh Shandy Aulia karakternya masih seperti bocah polos meskipun usianya sudah 27 tahun. Begitupun ibunya yang ia panggil Bunda, masih tetap posesif dan protektif seperti dulu.

Setali tiga uang, karakter Adit yang diperankan Samuel Rizal pun masih sama dengan yang dulu, masih ketus, judes, blak-blakan tapi juga sok cool. Pekerjaan Adit di Paris pun tak jelas, apakah dia seorang arsitek atau mungkin pelukis, tapi yang jelas Aris tampaknya lebih suka bermain basket atau ngegym untuk menghabiskan hari-harinya di Paris.

Begitupun dengan kualitas hubungan Tita dan Adit yang tak mengalami perubahan. 12 tahun menjalin hubungan asmara, nyatanya hari-hari mereka masih selalu diwarnai dengan pertengkaran dan cekcok. Meski usia keduanya sudah terbilang dewasa, namun gaya pacaran mereka tak berubah, masih sama seperti 12 tahun yang lalu. Bahkan keluarga Tita, terutama sang kakak, tetap saja membahas pertengkaran Tita dengan candaan seolah tak ada kekhawatiran bahwa usia Tita sudah dewasa dan sudah bukan waktunya untuk terus-terusan bertengkar.

Film 'Eiffel, I'm in Love 2' diawali dengan kisah Tita yang menjadi bridesmaid di acara pernikahan sahabatnya, Nanda. Saat Tita sedang sendirian, tiba-tiba datang sekumpulan wanita yang merupakan teman-teman SMA Tita. Tanpa berbasa-basi, mereka langsung memberondong Tita dengan pertanyaan 'kapan kawin?'. Meski tertekan dengan pertanyaan tersebut, Tita tetap mencoba bersikap tenang dan menjawab kalau dirinya masih setia dengan Adit dan masih berhubungan jarak jauh (LDR). Jawaban tersebut memang membuat teman-teman Tita berhenti bertanya lagi. Namun jawaban itu pula yang membuat Tita kepikiran akan sampai kapan ia terus-terusan berhubungan jarak jauh dengan Adit.

Dari adegan tersebut pada kenyataannya masih tertinggal masalah-masalah yang muncul dalam keseluruhan film 'Eiffel, I'm in Love 2', karena pada adegan-adegan selanjutnya terus saja diisi dengan cerita picisan yang berkutat pada kegelisahan, tangisan hingga hasrat untuk 'cepat kawin'.

Sejak awal, sepertinya film 'Eiffel, I'm in Love 2' ini sudah menolak logika. Salah satunya terlihat saat adegan Tita dicecar pertanyaan 'kapan kawin?' dari teman-teman lamanya. Mereka langsung menyerbu Tita dengan pertanyaan tersebut tanpa ada basa-basi menanyakan kabar atau tentang pekerjaan Tita sekarang, layaknya teman yang sudah lama tidak bertemu. Untuk ukuran 'teman lama' mereka tergolong terlalu to the point.

Adegan berikutnya yang terasa janggal adalah ketika Tita memutuskan untuk membeli cheese burger lewat drive-thru. Namun tiba-tiba muncul Adam yang diperankan Marthino Lio, membawakan dua cheese burger untuk Tita. Yang terasa janggal, bagaimana mungkin burger yang dipesan dari kasir bisa tersaji lebih cepat dibandingkan lewat drive-thru?

Bicara soal Adam, tokoh ini diceritakan sebagai sosok yang tampan, baik hati, kaya pula. Yang pasti Adam adalah sosok yang juga diidamkan wanita. Namun selama 11 tahun Adam memendam perasaan cintanya untuk Tita dan masih kuat bertahan menjadi sahabat Tita yang selalu mendengarkan curhatannya

Namun dengan posisi seperti itu, Adam malah kelihatan ngotot mengejar Tita dengan caranya, seperti menberi hadiah iPad di ulang tahun Tita, membelikannya cincin hingga menyusul Tita ke Paris begitu tahu Tita putus dengan Adit. Aksi-aksi Adam tersebut memang masih terbilang wajar, namun hal itu justru membuatnya terlihat hanya berguna ketika Tita ingin memancing kecemburuan Adit dan membuat Adit kembali ke pelukan Tita. Sepanjang film, Adam seolah hanya menjadi pengemis cinta yang tak punya motivasi lain selain ingin terlihat bak malaikat di mata Tita.

Hampir di setiap adegan di film ini selalu diisi dengan pertengkaran Tita dan Adit; kemudian baikan lagi, lalu bertengkar lagi, seperti itu terus hingga penonton merasa dramatisasi di film ini dibuat terlalu berlebihan.

Bahkan ketika adegan berkumpul bersama keluarga, obrolan yang dibicarakan pun selalu berkutat pada hubungan asmara Tita dan Adit seolah setiap anggota keluarga punya kewajiban untuk mengomentari kisah cinta Tita dan Adit.

Yang paling mencolok adalah penggambaran tokoh Tita, seorang wanita cantik yang sudah berusia 27 tahun dan berprofesi sebagai dokter hewan, tapi tidak punya ponsel karena dilarang oleh ibunya. Padahal jika mau, Tita bisa membeli ponsel dari penghasilannya sebagai dokter hewan. Sebegitu penurutnya kah Tita hingga ia pun tak bisa menikmati kecanggihan teknologi lewat ponselnya sendiri?

So, sepanjang hampir dua jam film ditayangkan, yang penonton dapat hanyalah gambaran solid tentang sosok Tita, yakni seorang gadis yang sudah cukup umur dan 'ngebet kawin'. Hanya itu saja keinginan Tita. Bahkan ia rela meninggalkan pekerjaannya sebagai dokter hewan di Jakarta demi menyusul Adit ke Paris dan berharap Adit segera menikahinya.

Begitupun dengan Adit, yang tampak santai hidup di Paris padahal ia dibebani hutang keluarga yang menumpuk setelah kedua orang tuanya meninggal. Sepertinya masalah beban hutang itu begitu mudah diselesaikan Adit hanya dengan menjual rumahnya dan langsung beres. Tak dijelaskan bagaimana Adit bertahan hidup di Paris setelah orang tuanya meninggal. Bahkan Adit sanggup membeli apartemen dengan pemandangan menara Eiffel untuk masa depannya dengan Tita.

Lalu bagaimana penyelesaian masalah yang tersaji di film ini? Tak sulit, setelah Tita dan Adit bersatu semua jadi baik-baik saja. Tita yang sudah 'ngebet kawin' pun rela hidup di Paris setelah menikah dengan Adit. Ya, semudah itu dan semuanya pun berakhir dengan bahagia, kecuali Adam yang tak dijelaskan nasibnya setelah sukses membantu Tita dan Adit bersatu lagi.
Sumber: slidegossip
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip