0
Thumbs Up
Thumbs Down

Begini Atur Penggunaan Gadget Sesuai Usia agar Anak Tidak Kecanduan Game

okezone
okezone - Sun, 22 Jul 2018 00:30
Dilihat: 191
Begini Atur Penggunaan Gadget Sesuai Usia agar Anak Tidak Kecanduan Game

KEMAJUAN teknologi sekarang ini membuat anak-anak sejak kecil sudah akrab dengan gadget atau gawai. Tak sedikit orangtua yang mengandalkan gadget dalam pola pengasuhannya. Mulai dari pencarian informasi hingga mengajarkan anak tentang sesuatu. Bila digunakan dengan baik, gadget memang membawa banyak manfaat.

Tapi masalahnya, banyak anak yang menggunakan gadget bukan hanya untuk mencari informasi terkait pengetahuan melainkan untuk bermain game. Hal ini secara otomartis membuat anak menjadi kecanduan. Terlebih bila mereka memiliki akses yang leluasa terhadap gadget. Pada gilirannya, kecanduan bermain game di gadget dapat membawa sejumlah masalah seperti masalah psikologis, mata, dan obesitas.

(Baca Juga:Ini Dia Dukagjin Lipa, Ayah Dua Lipa yang Tampannya Bikin Salah Fokus)

Anak-anak cenderung hanya menatap layar dan kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, emosi anak menjadi tidak terkontrol ketika larut dalam permainan. Dapat dilihat sekarang ini anak menjadi lebih emosional dalam menyikapi sebuah masalah karena terbiasa mengumpat saat kalah dalam permainan di gadget. Dampak negatif lain dari bermain gadget adalah anak bisa mengalami kerusakan mata dan kurang bergerak sehingga meningkatkan risiko obesitas.

Menurut psikolog klinis Karina Priliani, masalah di balik kecanduan game sebenarnya adalah kebiasaan dan konsistensi orangtua.

"Seorang anak mendapatkan kepuasan dari game karena pembatasannya kurang tegas dan disiplin. Orangtua tidak konsisten dalam aturan sehingga anak bisa kapan saja bermain game. Selain itu, saat anak belum mengenal dunia seluruhnya ia malah dikenalkan dengan game yang dianggap menyenangkan," tuturnya saat dihubungi Okezone belum lama ini.

(Baca Juga:6 Potret Cantiknya Paula Verhoeven, Model yang Siap Dinikahi Baim Wong)

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bila seharusnya anak-anak dikenalkan dengan stimulus-stimulus lain yang lebih natural. Ketegasan orangtua saat memberikan stimulus juga harus merata. Misalnya memberikan anak kesempatan untuk berinteraksi dengan teman seumurnya atau menghabiskan waktu bersama keluarga yang porsinya lebih banyak ketimbang bermain game. Jangan pula saat bersama anak, orangtua lebih fokus ke gadget. Dengan begitu anak jadi memiliki celah untuk bermain game.

Untuk mengatasi anak yang mulai kecanduan game, orangtua harus menerapkan aturan penggunaan gadget. Tentukan waktu terbaik menurut orangtua kapan anaknya bisa bermain game.

"Misalkan penggunaan gadget hanya 1 jam sehari. Tapi itu juga tidak full selama 1 jam anak bermain. Bagi-bagi menjadi 20 menit jam segini, 20 menit jam segini, dan 20 menit lainnya jam segini," papar Karina.

Orangtua juga bisa mencegah anaknya kecanduan game dengan cara mengenalkannya sesuai usia. "Kalau misalnya masih di bawah balita tidak disarankan untuk bermain game karena stimulus yang menyenangkan masih banyak yang lebih berguna dan bermanfaat. Bila anaknya sudah mulai besar terapkan aturan waktu penggunaan gadget," ungkap Karina.

Sedangkan untuk anak yang usianya sudah lebih besar alias tergolong remaja, orangtua bisa mengajak anak membuat kesepakatan dengan cara berdiskusi.

"Negosiasi kapan waktu terbaik anak untuk bermain game, cari jalan tengah yang masih oke. Namun keputusan waktu bermain tetap harus dari orangtua. Nego boleh agar anak bisa menerima dan mengambil, tapi tetap saja keputusan di tangan orangtua," pungkasnya.

Sumber: okezone
PARTNER KAMI
bintang
CENTROONE
inilahcom
Japanese STATION
Kpop Chart
LIPUTAN6
okezone
salamkorea
Sehatly
slidegossip